​Panitia Kupatan Bulusan Cetak 12 Ribu Tiket, Perlembar Rp 5000

Kudus, isknews.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Yuli Kasiyanto yang ditemui di kantornya tadi pagi, Selasa (12/7) mengatakan, terkait dengan perayaan tradisi Syawalan di Kudus, dinas yang dipimpinnya itu berusaha menjalankan tugas dan fungsinya, diantaranya melakukan pengarahan dan masukan agar acara tersebut berjalan lancar dan sukses. “Namun ada beberapa pihak pengelola acara Syawalan itu merasa keberatan, bahkan ada yang secara terus terang menolak. Alasannya diduga khawatir kalau kami mengambil alih pengelolaan atau kepanitiaan,” ungkapnya.

Pedagang Bulusan sudah mulai menggelar lapak untuk acara besok pagi

Menurut Yuli,  “pihak desa yang tiap tahun memiliki acara gelar perayaan Syawalan, merasa mampu melaksanakan dan nengeelola secara mandiri dengaoleh n kepanitiaan yang dibentuk pemerintah desa masing-masing. Sehingga Disbudpar memilih tidak campur tangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Musyawarah Ke - 3 Rapi Lokal 01 Kecamatan Kota Kabupaten Kudus

Meskipun demikian, pada hari-H pelaksanaan keramaian Syawalan itu, pihaknya tetap membentuk tim untuk berkoordinasi dengan panitia, agar acara tersebut berjalan lancar dan aman. “Kami berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan keamanan, yakni Polres, Polsek dan Pol PP.”

“Salah satu desa yang pelaksanaanya dikelola secara mandiri, adalah Syawalan di Dukuh Sumber Bulusan, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus yang kepanitiaannya  sepenuhnya dikelola oleh warga setempat melalui sistem lelang. Bahkan pihak desa, yang bermaksud memasukkan acara tertentu sebagai bagian kegiatan pemerintahan Desa Hadipolo, pun seringkali ditolak,” terangnya. 

Baca Juga :  Pelatih Persikaba Sesalkan Penalti Di Menit Akhir

“Dengan adanya kondisi seperti itu, agar pelaksanaan Syawalan berjalan dengan baik, maka dilakukan lelang untuk memilih pemenag yang akan bertindak selaku pengelola dan penyelenggara even Bulusan,” kata Kepala Desa Hadipolo, Wawan Setiawan, saat dihubungi isknews.com, beberapa waktu lalu. 

Masih menurut Wawan, Pemilihan pemenang didasarkan pada hasil penilaian konsep kegiatan yang diajukan, “pemenang lelang yang terpilih pada acara even Kupatan di Bulusan Desa Hadipolo pada tahun ini adalah Iswoyo” tandasnya.

Baca Juga :  Kata Buapat Pati,,, pemerintah dan media saling membutuhkan.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, pemenang lelang, Iswoyo  warga Dukuh Sumber Hadipolo ini menyampaikan, “pada pelaksanaan even Kupatan di Bulusan Hadipolo 2016 ini, panitia mencetak tiket sebanyak 12.000 lembar dengan harga Rp 5000 per lembar. Taget kami, bisa terjual separoh dari jumlah tiket pun, sudah bagus,” katanya optimistik.(DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?