​”Tayuban Bocah Angon” Jadi Cara Warga Sadang Uri-Uri Tradisi

Kudus, isknews.com – Ratusan warga Desa Sadang berkumpul di lapangan desa atau biasa dikenal lapangan Sonto Joyo yang terletak di dukuh Pace RT 06 RW 04. Berkumpulnya mereka bukan tanpa alasan, karena di lapangan tersebut digelar kegiatan sedekah bumi “Tayuban Bocah Angon”, Rabu (14/9).

Kepala Desa Sadang Jamilin mengatakan, acara sedekah bumi ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun dari dulu. Sesuai dengan adat dan tradisi dari nenek moyang pendiri desa biasanya kegiatan sedekah bumi dilaksanakan setiap Rabu Pahing pada bulan Apit (Dzulqa’dah).

Khusus tahun ini, kata Jamilin, pelaksanaan sedekah bumi dilaksanakan pada bulan Besar (Dzulhijjah) karena bertepatan momen kemerdekaan. Selain itu juga menyesuaikan jadwal hiburan ketoprak. ”Tapi yang pasti dalam pelaksanaannya (sedekah bumi) pasti hari Rabu Pahing, karena itu sudah turun temurun tradisi dari para leluhur,” imbuhnya.

Baca Juga :  Parade Seni Tari Disdikpora tahun 2016

Dirinya menambahkan, tahun ini sedekah bumi dilaksanakan selama dua hari Rabu, 14 September 2016 hingga Kamis 15 September 2015 dengan puncak acara akan ada hiburan ketoprak pada malam hari. ”Sesuai rencana besok malam akan ada hiburan ketoprak Siswo Budoyo dari Bakaran,” katanya.

Jamilin menceritakan, diadakannya sedekah bumi di Sadang merupakan wujud rasa syukur warga kepada sang pencipta, khususnya yang memelihara hewan seperti kerbau dan sapi (mayoritas kerbau). Dulunya, lanjutnya, hampir tiap warga memelihara kerbau. Karena pemanfaatan kerbau kala itu banyak sekali, dari membajak sawah hingga dijual kembali yang tentu saja keuntungannya cukup lumayan.

Dia melanjutkan, sebelum ada peralatan pertanian modern seperti sekarang ini, dahulunya para petani memanfaatkan kerbau atau sapi untuk membajak sawah. ”Tetapi sekarang sudah tidak ada lagi yang membajak sawah menggunakan kerbau atau sapi, semua memakai peralatan modern,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Kudus Harapkan Duta Wisata Mampu Menjadi Duta Sesungguhnya

Karena itulah, katanya, diselenggarakan sedekah bumi setiap tahunnya. Dulunya sedekah bumi dikenal dengan istilah ”tayuban bocah angon” karena diselenggarakan khusus bagi yang memiliki ternak seperti kerbau dan sapi. Namun karena sekarang ternak sudah jarang yang di angon (digembala), istilahnya berubah menjadi sedekah bumi.

Sebelum pelaksanaan hiburan tayuban untuk bocah angon, terlebih dulu diadakan manganan atau selamatan di punden Mbah Sonto Joyo atau dikenal juga sebagai Mbah Pace. Menurut Jamilin Mbah Sonto Joyo merupakan salah satu pendiri Desa Sadang khususnya di dukuh Pace.

Setelah prosesi manganan tersebut baru dilanjutkan acara tayub untuk bocah angon. Acara tayuban berlangsung sejak pukul 13.00 – 16.30 WIB, yang diisi dari kelompok tayub Laras Manunggal dari Puncak Wangi, Pati. Warga yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai dalam keadaan tertib.

Baca Juga :  Mobil Brio Putih K 9484 AK Siapa Pemiliknya ?

”Tradisi ini tentunya akan kita uri-uri terus ke depannya. Tujuannya supaya anak cucu nanti tidak akan melupakan sejarah desa. Disamping itu, adanya kegiatan ini juga sebagai hiburan bagi warga setahun sekali,” pungkasnya. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?