​Ternyata Motif Pembunuhan Di Hadipolo Bukan Karena Rebutan Ember, Tapi…

​Ternyata Motif Pembunuhan Di Hadipolo Bukan Karena Rebutan Ember, Tapi…

Kudus, isknews.com – Motif pembunuhan seorang nenek yang menggegerkan warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo tepat satu hari sebelum digelarnya even Bulusan, Selasa (12/7) akhirnya terungkap. Polres Kudus pagi tadi mengadakan gelar perkara kasus tersebut, yang merenggut nyawa Ruhani (62) dengan beberapa tusukan pada bagian tubuh, Senin (17/7).

Dari hasil penyelidikan berdasarkan pengakuan pelaku Ari Gunawan (20) diketahui, motif sebenarnya pembunuhan bukan karena rebutan timba ember. Tetapi karena pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka itu sakit hati lantaran saat mandi diburu-buru korban agar segera cepat selesai.

TRENDING :  30 September 2016 Batas Deadline Perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik ( e-KTP )

“Pelaku mengaku sering digedor-gedor korban saat berada di kamar mandi. Saat kejadian karena merasa sudah terlalu sering diperlakukan seperti itu tersangka akhirnya marah besar, dan berujung pada pembunuhan korban yang merupakan bibinya sendiri,” kata Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat gelar perkara di Mapolres Kudus

Andy menjelaskan, kronologi pembunuhan terjadi sekira pukul 06.50 WIB. Saat itu pelaku sedang berada di kamar mandi. Kemudian korban datang menggedor pintu kamar mandi menyuruh agar segera cepat selesai. Merasa kesal tersangka pun keluar kamar mandi menuju rumahnya yang berada disamping rumah korban. “Ternyata pelaku bukannya selesai mandi, tetapi mengambil sebilah sangkur,” tuturnya.

TRENDING :  Kapolres Pati Siap Brantas Pungli.

Kemudian, lanjut Andy, tersangka bergegas lembali ke sumur menghampiri korban untuk menanyakan kenapa setiap kali dia mandi selalu digedor. Ternyata jawaban yang diberikan korban tidak memuaskan hati teraangka. Sempat terjadi cekcok sebelum akhirnya tusukan pertama menembus rusuk kiri korban.

TRENDING :  Porseni PAC Kota, Tingkatkan gairah pelajar dalam kembangkan minat dan bakat

“Korban sempat teriak dan melakukan perlawanan. Namun kembali pelaku menghujamkan sangkirnya ke bagian dada kiri dan tenggorokan. Karena luka parah korban meninggal di tempat,” jelasnya.

Sementara itu tersangka mengaku tidak pernah merencanakan pembunuhan kepada bibinya. Peristiwa itu terjadi secara spontan karena kesal digedor-gedor saat mandi. “Waktu itu saya terbawa emosi karena selalu diganggu saat mandi,” ucapnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post