‪#‎ISK_Bisnis‬ Melemahnya Mata Uang Rupiah. Siapa Yang DiRugikan?

‪#‎ISK_Bisnis‬  Melemahnya Mata Uang Rupiah. Siapa Yang DiRugikan?

 

UANGSolo, isknews.com – Kondisi perekonomian Indonesia saat ini memang sedang tidak baik. Pertimbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2015 tidak menunjukkan hasil yang menyenangkan. Pertumbuhan ekonomi melambat diangka 4,71 % pada kuartal 1 tahun 2015 dan 4,67% pada kuartal 2 dibawah target 5,4% – 5,8% pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi faktor signifikan menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi karena nilai tukar rupiah yang semakin melemah.

Saat ini Indonesia masih mengandalkan sector impor. Dilihat pertumbuhan perekonomian yang semakin melambat, harga pangan mahal, hal tersebut juga salah satu dampak buruk akibat nilai rupiah yang semakin melemah. Apa sih yang menjadi penyebab masalah ini terjadi?
Hal ini terjadi saat negara Cina mendevaluasikan mata uangnmya. Artinya Cina membuat mata uang Negaranya tersebut yaitu Yen melemah terhadap dollar.

TRENDING :  Menteri Koperasi UMKM "KUP Perlu Birsinergi Dengan KUR Agar Dikaji Menjadi Program Nasional"

Tujuannya agar menguntungkan sektor perdagangan Ekspor Cina. Namun hal ini berdampak bagi negara lain terutama negara yang mempunyai hubungan kerjasama dengan Cina seperti Indonesia, Indonesia yang banyak mengimpor barang dari Cina jelas terkena imbasnya. Dan sebagian besar mata uang yang digunakan dalam perdagangan International adalah US $, otomatis hal ini akan mempengaruhi jika dollar semakin menguat akan berdampak pada mata uang negara lain dan hal tersebut juga akan mempengaruhi perekonomian negara tersebut.

TRENDING :  Lawan Narkoba Generasi Muda Indonesia !!!! Gerakan Lawan Narkoba Di Taman Budaya Jawa Tengah

Lalu Siapa yang dirugikan, siapa yang diuntungkan?
Yang dirugikan jelas negara yang mempunyai dampak buruk akibat lemahnya suatu mata uang negara, dan negara tersebut masih bergantung pada sektor impor. Siapa yang diuntungkan? Para eksportir yang mengekspor barang ke Luar Negeri, income yang didapat lebih besar karena pembayaran menggunaakan mata uang US $ umumnya dipembayaran International, hal itu yang menjadi alasan Cina untuk mendevaluasikan mata uangnya.

TRENDING :  Festival Payung Indonesia Akan Tampil Di Thailand

Az

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post