​Kunjungi Kudus Extention Mall, Komisi B DPRD Kudus Kecele Tak Ditemui Manajemen

Kudus, isknews.com – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan kunjungan ke Kudus Extention Mall (KEM), Selasa (6/9). Namun para anggota dewan kecele saat tiba di KEM karena pihak manajemen tidak ada yang menemui. Kunjungan itu terkait soal jatuhnya balita Harum Duta Rofiah Fahira (2) dari lantai 2 KEM pada Minggu (4/9) lalu. Diketahui akibat insiden tersebut korban menderita luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Ketua Komisi B DPRD Kudus Muhtamat mengungkapkan, pihaknya sangat kecewa karena menganggap dengan tidak ditemuinya para anggota dewan yang datang, artinya tidak ada itikad baik dari pihak manajemen KEM. Menurutnya, kalau seperti ini dewan sebagai wakil rakyat merasa tidak dihargai karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan terkait rencana kedatangan.
”Jelas kami sangat kecewa, padahal kemarin kita sudah memberitahukan akan datang tapi sampai disini tidak ada satupun perwakilan manajemen yang menemui,” ujar Muhtamat kesal.

Baca Juga :  KMKB Galang Dana Untuk Biaya Tes Urine Anggota DPRD Kudus

Dia melanjutkan, dewan akan memangil pimpinan manajemen KEM ke DPRD dalam waktu dekat supaya dapat menjelaskan permasalahan yang sedang terjadi. ”Kami datang dari kantor dengan maksud yang baik tapi sampai disini hanya menelan kekecewaan saja. Masa kita hanya ditemui satpam saja yang bilang kantor manajemen terkunci dan tidak ada orang sama sekali,” imbuhnya.

Kendati demikian para anggota dewan tetap berharap insiden yang sudah terjadi tidak akan menimpa pengunjung KEM yang lain. Sebab keberadaan KEM di Kudus juga cukup dibutuhkan masyarakat. Selain sebagai tempat berbelanja juga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Baca Juga :  Direktur RSUD," Management Ingin Terbebas dari Tekanan apapun Kondisinya untuk Hindari KKN"

Komisi B DPRD Kudus meminta supaya manajemen KEM mengevaluasi bangunan yang ada. Jangan sampai ada lagi bangunan yang dapat membahayakan pengunjung seperti lubang pada sela-sela kaca yang kemarin memakan korban. Selain itu, jangan sampai ada angapan di masyarakat bahwa KEM tidak aman untuk berbelanja, kalau seperti itu menurut Muhtamat nanti pihak KEM sendiri yang rugi.

Disisi lain dewan juga berharap manajemen KEM bersedia bertanggungjawab membiayai seluruh pengobatan korban hingga sembuh total. Sebab,katanya, bagaimanapun peristiwa jatuhnya Duta kemarin itu salah satunya juga akibat kelalaian manajemen. ”Jadi sudah sepatutnya manajemen bertanggungjawab atas pengobatan korban,” tegasnya.

Baca Juga :  Polwan Gadungan Pinjam Motor di Polsek, Ditangkap

Terakhir Muhtamat meminta pihak manajemen menjelaskan kepada masyarakat melalui media, terkait peristiwa kemarin dan sistem keamanannya. ”Kami minta terbukalah pihak KEM, kami yakin masyarakat juga akan memahami kalau mau terbuka kepada masyarakat,” pungkasnya. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?