​Mobil Layanan Publik Harus Optimal untuk Masyarakat

KUDUS-Pelayanan publik harus maksimal. Itulah tujuan dari digelarnya kendaraan dinas pelayanan publik di halaman pendopo kabupaten Kudus, Senin (19/9). Pagi itu, sebanyak 65 kendaraan diapelkan dari total semua sejumlah 113 kendaraan. 

Bupati Kudus cek mobil Dinas

Sisa kendaraan yang tidak diapelkan karena kondisi rusak dan kini dalam tahap penghapusan. Serta kendaraan lain yang harus tetap dipergunakan untuk melayani masyarakat. Diantaranya mobil ambulans yang ada Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Loekmono Hadi, serta kendaraan Dinas Cipkataru untuk menyirami taman-taman kota.

Pada apel pagi itu juga diserahkan pinjam pakai kendaraaan operasional forkopinda kepada Dandim 0722/Kudus dan Ketua Pengadilan Negeri Kudus. Kendaraan tersebut dimaksudkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok fungsi forkopinda.

Baca Juga :  Bupati Kudus Sebut Kudus Trade Show untuk Akselerasi Produktivitas UMKM

Dalam sambutan arahannya, Bupati Kudus H. Musthofa hanya ingin satu hal. Yaitu penggunaan kendaraan pelayanan ini harus maksimal untuk masyarakat. Dirinya tidak ingin mendengar atau menerima laporan dari masyarakat mengenai pelayanan. Khususnya untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit.

Kendaraan ini harus bisa melayani masyarakat selama 24 jam. Jadi harus dalam kondisi yang baik, siap pakai, serta ada pengelola dan sopir yang jelas, pesan Bupati pagi itu.

Untuk itu, inventarisasi kendaraan beserta pengelola dan sopir harus segera dilakukan. Dirinya tidak ingin ada kendaraan namun ternyata saat dibutuhkan dalam kondisi rusak. Atau kondisi baik namun terkendala karena tidak ada tenaga yang mengemudikan.

Kalau memang kondisi kendaraan tersebut rusak, diminta untuk segera diperbaiki. Namun demikian, kalau memang parah dan tidak lagi layak, diminta untuk segera dihapus/dijual dan diganti yang baru sesuai dengan kebutuhan. Jadi semua bisa optimal untuk masyarakat.

Baca Juga :  Dipengaruhi Kemampuan Keuangan Daerah Belum Maksimalnya Peningkatan Penyediaan Layanan Sosial

Kalau memang sudah nggak bisa dipakai, ya dijual saja. Beli lagi yang baru, tambahnya.

Untuk optimalisasi layanan ini, Bupati ingin ada call center yang mengelola kendaraan. Termasuk daftar sopir diserta alamat dan nomor telepon yang jelas dan bisa dihubungi. Karena kendaraan ini dibeli dengan uang rakyat melalui APBD.

Pada apel pagi itu Bupati melihat dan mengecek secara langsung kondisi kendaraan pelayanan ini. Dirinya memfokuskan pelayanan yang utama adalah untuk layanan kesehatan serta layanan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa. Tapi masih ditemui kendala banyak ambulans yang tidak dilengkapi dengan sopir.

Baca Juga :  12.000 Pengendara Sepeda Ikuti " Ngepit Bareng Kang Mus " Berhadiah Mobil

Kalau memang belum ada sopir, silakan Kepala SKPD berkoordinasi dengan BKD untuk mendapatkan solusinya, imbuhnya.

Bahkan apabila diperlukan, Bupati menggagas ada pemasangan Global Positioning System (GPS) yang di setiap mobil. Jadi dapat diketahui posisinya dengan pasti. Semuanya untuk kebutuhan pelayanan bagi masyarakat.

Mari bekerja yang terbaik, semoga pengabdian dan upaya kita ini ada manfaatnya secara nyata untuk masyarakat, pungkasnya.(adv)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?