​Musim Nikah Harga Kebutuhan Pokok Mahal

Kudus, isknews.com – Harga beberapa kebutuhan pokok di Kudus seminggu setelah Idul Adha terpantau masih cukup tinggi. Seperti yang terpantau di Pasar Bareng harga sejumlah kebutuhan seperti cabai, bawang, dan ayam terbilang mahal. Bawang merah sebelum Idul Adha yang bergerak pada kisaran Rp 20 ribu per kilogram. Namun saat ini harganya mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Sama halnya dengan bawang putih harga saat ini juga bertahan diatas Rp 30 ribu. Sementara cabai merah keriting Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar melambung tinggi mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Meski begitu harga cabai rawit masih tergolong normal berkisar Rp 16 ribu per kilogram.

Baca Juga :  ​Jamaah Calon Haji Kudus Divaksinasi Meningitis

Salah seorang pembeli Asih mengemukakan, kenaikan paling banyak didominasi kelompok sayuran. Sementara harga kebutuhan lainnya masih cukup terjangkau seperti telur yang masih bertahan pada kisaran Rp 20 ribu per kilogram. ”Mungkin karena memang permintaan di masyarakat meningkat, sedangkan stok barangnya masih sama jadi ya ajar saja kalau mengalami kenaikan,” ujarnya pada isknews.com, Selasa (19/9).

Selain sayuran harga daging ayam potong juga terpantau melonjak tajam mencapai 55 ribu per kilogram. Sementara harga daging lainnya normal seperti harga sebelumnya. Sama halnya beras juga masih tergolong stabil berada pada kisaran Rp 8.700 untuk kelas medium dan Rp 9.500 untuk kelas premium. Penurunan harga terjadi pada gula pasir yang sempat menyentuh angka tertinggi Rp 17 ribu kini berangsur turun menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Baca Juga :  ​Persiku Siap Kudeta Persikaba Dari Puncak Klasemen

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus Sudiharti melalui Kepala Bidang Perdagangan Sofyan Dhuhri menjelaskan, kenaikan beberapa kebutuhan seperti sayuran dan daging ayam dikarenakan banyak masyarakat yang mempunyai hajat. Misal menikahkan anaknya atau khitanan pada bulan ini yang dianggap bulan baik untuk mantu.

Pihaknya memperkirakan semua harga kebutuhan akan kembali normal pada bulan depan. Sebab, lanjut Sofyan, bulan depan sudah memasuki bulan Syuro dimana banyak masyarakat meyakini tidak cocok menggelar hajat. ”Bulan depan pasti normal kembali, ini kan memang musim nikah tentu saja permintaan meningkat juga,” tegasnya. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?