​WARGA TUMPANG KRASAK JATI HALAL BI HALAL GUYUB RUKUN AGAWE SANTOSA

Kudus, Isknews.com – Dalam berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen untuk menata hidup manusia. Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, “Wong Jowo sing ora njawani”.
Filosofi Jawa dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan.
Rukun agawe santosa (rukun membuat sentosa atau kokoh), crah agawe bubrah (bertengkar membuat rusak atau menimbulkan kehancuran). Peribahasa tersebut merupakan salah satu sikap hidup orang jawa yang mendambakan kerukunan dan kedamaian di masyarakatnya. 
Seperti hal nya hari ini Ahad 24 Juli 2016, Warga RT 02 RW 03 desa tumpang krasak kec.jati kab.Kudus mengadakan Pertemuan yang sudah digelar setiap tahun nya. Ketua panitia H.faturrahman aji saat di konfirmasi Isknews.com menjelaskan bahwa Acara yang di mulai pagi ini jam 09.00 ini di buka langsung oleh Rebana Hadroh dari rt 02 rw 03, Sambutan dari kepala desa Bambang gunarjo , ketua BPD, ketua RT. 

Baca Juga :  ​Kabupaten Pati Diguncang Gempa 3,8 SR

Aji berharap dengan adanya Halal bi Halal ini semoga tercipta kerukunan diantara warga tumpang krasak umumnya, dan warga RT 02 RW 03 umumnya. Karena Situasi kondisi ayem tentrem di tambah Kehidupan warga yang damai sejahtera, gotong royong berjalan dengan baik selalu menjadi dambaan setiap orang.
Adapun Acara halal bi halal di akhiri dengan Mauidhoh Hasanah dan Do’a oleh KH.Ahmad zaenuri dari Krandon Kec.Kota Kudus (Jv)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?