10 Persen Kendaraan Yang Kir Tak Laik Jalan

by
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Seringnya terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kendaraan bermotor roda empat yang disebabkan rem blong, diduga karena kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, sehingga berpengaruh pada komponen kendaraan yang lain, termasuk rem. Karena itu, pada saat dilakukan kir atau uji kelaikan kendaraan, baik oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) maupun Dinas Perhubungan (Dishub) yang pertama kali dicek dan diuji adalah rem, apakah dalam kondisi baik. Dari puluhan kendaraan yang kir per hari, sekitar 10 persen diketahui tak laik jalan.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Kabupaten Kudus, Mahmudun, saat dihubungi isknews.com, Selasa (26/09), di ruang kerjanya. Menurut dia, bagian kendaraan bermotor yang sangat penting, bahkan bisa dikatakan vital, adalah rem, karena menyangkut nyawa atau keselamatan manusia. “Sudah sering terjadi laka lantas akibat rem blong, itu karena kondisi rem yang tidak laik, namun dipaksakan jalan.”

ISKNEWS.COM

Karena itu, lanjutnya, terhadap semua kendaraan bermotor roda empat yang datang untuk uji kir di Dishub Kabupaten Kudus, kepada pengemudi yang lebih dahulu ditanyakan, adalah rem, apakah baik atau rusak. Jika ternyata remnya rusak, petugas akan langsung menyuruh pengemudi agar membawa pulang dan bisa kembali lagi untuk kir, kalau rem sudah diperbaiki. “Dari sekitar 50 kendaraan bermotor roda empat per hari yang kir di Dishub, sekitar 5 – 6 kendaraan atau sekitar 10 persen, tidak laik jalan.”

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Wajib Uji Kelaikan Jalan Kendaraan Yang Digunakan Angkutan Lebaran