Dihuni 130 KK Dukuh Gendok Jati Wetan Kudus Tergenang Banjir

Dihuni 130 KK Dukuh Gendok Jati Wetan Kudus Tergenang Banjir

Kudus, isknews.com – Sekitar 100 rumah lebih warga Dukuh Gendok, Barisan, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sudah beberapa hari tergenang banjir. Air setinggi di atas mata kaki ini menggenangi jalan dan pekarangan, namun tidak sampai masuk ke rumah penduduk, sehingga aktivitas warga masyarakat tidak terganggu. Dukuh yang yang tergenangg meliputi 6 Rukun Tetangga (RT), mulai  dari RT-01 hingga RT-06 di RW-03, semuanya di wilayah RW-03 yang dihuni sebanyak 130 kepala keluarga (KK) terdiri 300 – 400 jiwa. Banjir tersebut diakibatkan oleh meluapnya air Sungai Anakan yang melintas di dukuh tersebut.

Kepala Desa Jati Wetan, Suyiitno, yang dihubungi isknews.com, yang dihubungi isknews.com, saat meninjau di lokasi banjir, dari atas Jembatan Sungai Anakan,  Jumat (03/2), mengatakan, sudah lebih dari sekitar satu bulan terakhir ini, Sungai Anakan itu meluap, karena tidak mampu menampung debit air, sehingga meluber ke sekitarnya. Akibatnya bukan hanya mengggenangi jalan-jalan desa, juga pekarangan  dengan ketinggian air di atas mata kaki orang dewasa. “Ada sebanyak 130  KK terdiri dari sekitar 300-400 jiwa yang menghuni  Dukuh Gendok, Barisan yang semuanya berada di RW-03, Desa Jati Wetan ini. Selain pekarangan rumah penduduk, satu SD, yakni SD 3 Jati Wetan, Dukuh Gendok, halaman  sekolahnya tergenang, sehingga siswanya harus melepas sepatunya, kalau mau masuk ke sekolahan.”

BACA JUGA :  Keuntungan Bagi Sebagian Orang Ketika Banjir Datang

Dia menerangkan, selain disebabkan oleh air hujan, meluapnya Sungai Anakan, banjir yang terjadi di Dukuh Gendok, Barisan itu, adalah dukuh tersebut letaknya paling rendah se Kecamatan Jati, bahkan bisa dikatakan se Kabupaten Kudus. Hal itu jika terjadi hujan deras, semua air dari pusat Kota Kudus, mengalir seluruhnya ke Sungai Anakan di Dukuh Gendok, Barisan. Persoalan yang timbul, Sungai Anakan itu bermuara di Sungai Wulan, di pintu air yang letaknya di Desa Tanjungkali, Kabupaten Demak.

Kondisi sekarang ini, Sungai Wulan sendiri sedang meluap dengan ketinggian air di atas permukaan Sungai Anakan. Sehingga untuk mencegah air tidak tumpah kea rah sungai kecil tersebut, pintu air itu pun ditutup. Karena jika pintu air itu dibuka, justru air akan mengalir bertambah deras ke sungai selebar sekitar 4 meter itu, sehingga ketinggian air akan meningkat dan itu merupakan ancaman bagi warga Dukuh Gendok, Barisan. “Dengan kondisi itu, surutnya genangan air di Dukuh Gendok, tergantung dari debit air Sungai Wulan. Jika air sungai besar surut, luapan air di Sungai Anakan pun akan berhenti, warga di sekitarnya akan terbebas dari banjir.”

BACA JUGA :  DPC Kamisetebang Kudus Serahkan Bantuan Untuk Pengungsi Di Jati Wetan Dan Payaman

Mengenai solusi untuk mengatasi bencana alam itu, adalah dengan pompanisasi yang dioperasikan di pintu air di Desa Tanjungkali itu. Saat pintu air itu jebol dan rusak beberapa hari lalu, Pemkab yang dipimpin oleh Bupati Kudus H Musthofa yang meninjau langsung ke lokasi kerusakan, didampingi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, memberikan bantuan satu unit pompa. “Desa sangat berterimakasih dibantu pompa. Namun dengan hujan yang masih terus akan turun, mohon bantuan pompa ditambah, sedikitnya 3 atau 4 buah,” pinta Kepala Desa Jati Wetan itu. (DM)

Kondisi sekarang ini, Sungai Wulan sendiri sedang meluap dengan ketinggian air di atas permukaan Sungai Anakan. Sehingga untuk mencegah air tidak tumpah kea rah sungai kecil tersebut, pintu air itu pun ditutup. Karena jika pintu air itu dibuka, justru air akan mengalir bertambah deras ke sungai selebar sekitar 4 meter itu, sehingga ketinggian air akan meningkat dan itu merupakan ancaman bagi warga Dukuh Gendok, Barisan. “Dengan kondisi itu, surutnya genangan air di Dukuh Gendok, tergantung dari debit air Sungai Wulan. Jika air sungai besar surut, luapan air di Sungai Anakan pun akan berhenti, warga di sekitarnya akan terbebas dari banjir.”

BACA JUGA :  Hasil Pengamatan Hilal Di Kabupaten Kudus "Hilal Tidak Terlihat"

Mengenai solusi untuk mengatasi bencana alam itu, adalah dengan pompanisasi yang dioperasikan di pintu air di Desa Tanjungkali itu. Saat pintu air itu jebol dan rusak beberapa hari lalu, Pemkab yang dipimpin oleh Bupati Kudus H Musthofa yang meninjau langsung ke lokasi kerusakan, didampingi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, memberikan bantuan satu unit pompa. “Desa sangat berterimakasih dibantu pompa. Namun dengan hujan yang masih terus akan turun, mohon bantuan pompa ditambah, sedikitnya 3 atau 4 buah,” pinta Kepala Desa Jati Wetan itu. (DM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post