13 Hari Tenggelam, Jenazah Pelajar Berhasil Ditemukan

oleh

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Setelah memasuki 13 hari masa pencarian, Mahesa Prasetyono (18), satu dari dua korban tenggelam di Sungai Kedungglonggong, Kecamatan Randublatung, Blora, akhirnya berhasil ditemukan. Korban ditemukan di sungai Bengawan Solo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/2) pukul 11.30 WIB. Lokasi penemuan korbanpun terbilang cukup jauh dari lokasi tempat tenggelam.

“Korban ditemukan sudah bergeser sangat jauh di bantaran Sungai Bengawan Solo hingga memasuki wilayah perbatasan antar Kabupaten Blora dengan Kabupaten Bojonegoro, yang kurang lebih berjarak 50 kilometer dari tempat kejadian,” kata Kapolsek Cepu AKP Selamet, SH.

TRENDING :  Kebakaran Hanguskan Gudang Mebel dan TK Pertiwi III Hadipolo Kudus

Selamet, menuturkan awalnya Jumadi (50), salah seorang saksi warga Desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu, bersama kedua rekannya Susanto (35) dan Sarijan (36) melihat sesosok mayat yang mengapung di pingir bantaran sungai Bengawan Solo. “kebetulan saksi hendak memancing, namun ditengah perjalananya mereka melihat sesosok mayat pria mengambang dengan posisi tengkurap,” katanya.

Mendapati laporan tersebut, Polisi bersama dengan tim medis langsung menuju ke TKP. “Mengingat identitas mayat tersebut yang sudah susah dikenali dengan kondisi tubuh yang sudah lebam serta membengkak, akhirnya diputuskan untuk membawa mayat ke RSUD Soeprapto Cepu,” tuturnya.

TRENDING :  Diterjang Angin, Atap Pasar Bangsri Rusak

Setelah dilakukan identifikasi dan visum ditambah dengan keterangan dari pihak keluarga, dipastikan bahwa mayat tersebut merupakan satu dari dua korban tenggelam di sungai kedunglonggo, Randublatung beberapa pekan lalu.

“Ternyata betul mayat tersebut merupakan salah satu dari dua korban meninggal yang dikabarkan tenggelam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kejadian tenggelamnya dua orang siswa ini sempat membuat heboh warga. Pencarian dua korban yang diketahui bernama Mahesa Prasetya (18) pelajar SMK Katolik St. Louis dan Lutfi (13) pelajar SMPN 1 Randublatung, dilakukan selama beberapa hari.

TRENDING :  PKL Depan RSUD Cepu Diminta Pindah

Polisi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora melakukan penyisiran sungai selama berhari – hari. Dari penyisiran tersebut tim baru berhasil menemukan jenazah Lutfi. Namun nahas untuk Mahesa Prasetya, setelah melakukan pencarian selama satu minggu tim memutuskan untuk menghentikan pencarian. (**)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*