14 Penghafal Quran Pesantren Tahfidz

oleh

14 Penghafal Quran Pesantren Tahfidz
Yanbu’ul Qur’an Hari ini Diwisuda
(1 diantara nya umur 8 tahun asal sidoarjo)

KUDUS – Keceriaan terlihat dari wajah 14
santri Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an anak-anak(PTYQA) Desa Krandon, Kabupaten Kudus, Jawa
Tengah.
Pada Senin (25/5) ini, mereka
diwisuda sebagai tanda lulus menghafal Al-
Quran 30 juz pada haflatul hidzaq.

Adapun Haflatul Hidzaq (wisuda) dibuka pengasuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an KH Ulil Albab Arwani, sementara do’a dan pemberian sanad kepada khotimin (santri yang sudah khatam menghafal) diserahkan langsung oleh KH Mc Ulinnuha Arwani. Acara dihadiri para orang tua wali santri dan disaksikan para kiai.

TRENDING :  Pembayaran Pajak Kini Bisa Secara Elektronik

KH. Sya’roni Ahmadi dalam tausiyah nya, “bahwa Jika ada kawula ne Allah ngatam/menghatamkan al qur’an, dan mau berdoa, maka akan di amin i 60 ribu malaikat, kata mbah sya’roni

Ngapalke qur’an iku gampang, selama ada niat dan kemauan, seperti halnya Simbah KH.munawir ( pengasuh pondok pesantren krapyak jogjakarta ) yang bisa menghatamkan alqur’an selama 83 hari.

TRENDING :  Mulai 1 November 2017, Disdukcapil Kudus Buka Pelayanan Adminduk di Kecamatan

Bagaimana cara untuk menjaga alqur’an? harus nderes atau bahasa santri nya muroja’ah sehari 10 juz , namun jika Belum kuat minimal 5 juz. Imbuh beliau mbah KH. Sya’roni Ahmadi.

Pimpinan Pesantren Yanbu’ul Qur’an KH A
Ainun Na’im dalam sambutannya
memberikan apresiasi atas jerih-payah dan
kesungguhan para santrinya dalam
menghafal al-Qur’an selama di pesantren,
“Para khotimin patut bersyukur atas
rahmat yang diberikan Allah SWT.
Namun ini masih permulaan,” katanya.
Ainun Na’im berpesan supaya para santri
ke depan tetap giat belajar dan mengaji,
agar hafalannya semakin baik. Tidak
sekadar baik dalam bacaan (tahsin tilawah),
tetapi sesuai dengan tahsin dalam aturan
membacanya, seperti baik tajwidnya.

TRENDING :  Musim Penghujan, Pemkab Kudus Giatkan Pemangkasan Ranting Pohon Besar

“Yang terpenting, apapun cita-cita
panjenengan semua, tetaplah menjunjung
tinggi nilai-nilai keislaman dan menjadi
generasi Qur’ani yang berpegang teguh
pada nilai-nilai dan ajaran Al-Qur’an,”
tuturnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :