148 Pasien Nyoblos Di TPS Mobile RSUD Loekmono Hadi

oleh
Pasien RSUD saat akan melakukan pemungutan suara di kamar rumah sakit (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Hari ini para pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSUD) Loekmono Hadi Kudus melakukan pencoblosan dari ruang kamar rawat inap masing-masing dengan di pandu oleh petugas KPPS Desa tempat rumah sakit itu berada. Pencoblosan dilakukan pada sekitar pukul 12.00 WIB, dan hanya berlangsung selama 1 jam.

Para pasien ini mulai mencoblos setelah para pemilih reguler di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Ploso Jati Kudus selesai menggunakan hak pilihnya. Sehingga pelaksanaannya memang dilakukan lebih siang.

Hal tersebut disampaikan oleh Naily Syarifah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus yang di dampingi Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar ikut memantau jalannya pemungutan suara yang melibatkan KPPS dan PTPS Desa Ploso.

TRENDING :  Tak Pandang Bulu Bawaslu Sikat APK Di Pohon, Tiang Listrik Dan Zona Larangan

“Tidak ada TPS khusus di RS. Jadi kami menggunakan TPS bergerak yang bekerja sama dengan TPS terdekat, lalu para petugas yang datang ke RS,” kata Naily, Rabu, (17/04/2019).

Menurutnya proses pelaksanaan pemungutan suara dengan metode TPS Mobile yang digelar hari ini di RSUD berlangsung lancar. Setiap pasien yang memilih telah memenuhi persyaratan dan mendapatkan formulir A5 dari KPU Kudus.

“Ada sejumlah 148 pasien yang menggunakan haknya untuk melakukan pencoblosan di Rumah sakit ini, sedangkan sejumlah penunggu pasien ada yang menggunakan formulir A5 atau formulir pindah memilih yang didapat dari KPU setelah menunjukkan e-KTP,” ujarnya.

TRENDING :  KPU Serahkan 10 Item APK 15 Parpol Peserta Pemilu 2019

Sementara itu Namun, Direktur RSUD Loekmono Hadi, Aziz Achyar menyampaikan, Total pemilih yang sempat didata dan di ajukan ke KPU sebelumnya adalah sebanyak 178 pasien, namun realisasinya hanya tinggal 148.

“Itupun juga sejumlah pasien seudah meninggalkan rumah sakit karena sudah sembuh dan dinyatakan boleh pulang,” kata Aziz.

Disinggung mengenai pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Aziz mengatakan RSUD memang sama sekali tidak mendaftarkan mereka untuk menjadi pemilih.

“Karena berdasar saran dari dokter yang mengawasi perkembangan mereka selama ini, RSUD menganggap mereka belum layak menlakukan pencoblosan,” terang dia.

TRENDING :  Seleksi Calon Anggota PPK Hampir Separoh Peserta Tes Berusia Dibawah 25 Tahun

Jadi praktis hari ini pencoblosan di lakukan di ruang Melati, Anggrek dan Cempaka 2 sementara pasien di ruang Dahlia tidak, “karena disana hanya di huni pasien dibawah umur,” terangnya.

Salah satu pemilih, Indah ( 32) asal Nalumsari Jepara mengaku memang berniat memilih. Tapi karena mengalami sakit sejak Kamis (22/6). Menurut suaminya, karena mengira tidak ada petugas yang datang ke RSU sehingga pihaknya tidak membawa formulir C6.

“Maunya memilih tapi dipikir tidak ada petugas yang datang. Jadi formulirnya tidak dibawakan dan masih di rumah,”ujar Indah. Namun sebelum pemilihan ada petugas yang mendata sehingga dia bias memilih dengan menggunakan formulir A5. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :