15 Pelajar Dari Indonesia Timur Terpilih Ikuti Program Peningkatan Pendidikan Di SMK Wisuda Karya Kudus

KUDUS, isknews.com – Sebanyak 15 pelajar dari daerah-daerah di wilayah Indonesia bagian timur, mengikuti program peningkatan pendidikan yang dalam rangka pengentasan kemiskinan. Mereka terpilih sebagai siswa yang mendapatkan bea siswa dari Bank Negara Indonesia (BNI) yang dalam pelaksanaan penempatan kelangsungan pendidikan, BNI kali ini bekerjasama dengan SMK Wisuda Karya Kudus.

Kepala SMK Wisuda Karya Kudus, Sudirman, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Sabtu (23/7), membenarkan hal itu. Menurut dia, SMK Wisuda Karya menjadi salah satu sekolah di Kudus yang dipilih oleh BNI , sebagai tempat menyelenggarkan pendidikan para siswa yang mendapatkan beasiswa dari bank pemerintah tersebut. “Program itu merupakan kebijakan langsung dari Kementrian Pendidikan, selain untuk peningkatan pendidikan para siswa, juga dalam rangka pengentasan kemiskinan warga masyarakat willayah Indonesia bagian timur.”

Baca Juga :  Hewan Buas Jadi Sahabat

Mereka yang terpilih mengikuti program tersebut, ungkapnya lanjut, berasal dari  wilayah Kupang, Flores, Manokwari, Ende dan Papua. Penyerahan bea siswa secara simbolis dilakukan oleh Direktur Kantor Wilayah BNI Provinsi Jawa Tengah, RM Bambang, kepada Kepala SMK Wisuda Karya Kudus, Sudirman, disaksikan siswa yang mewakili penerima bea siwa, serta perwakilan dari Djarum Foundition. “Ke-15 siswa itu akan menempuh pendidikan di sekolah kami, selama tiga tahun sampai lulus,”ujarnya.

Baca Juga :  ​Hari Ini Pelayanan Samsat Kudus Kembali Normal

Sebagaimana para siswa baru kelas-X, para siswa terpilih itu juga diwajibkan mengikuti kegiatan Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PPLS) di SMK Wisuda Karya. Menurut Ketua/Penanggungjawab PPLS, Darmanto, tidak dijumpai kendala bagi para siswa dari wilayah Indonesi bagian timur itu, untuk beradaptasi dengan sesama siswa baru dari Kudus, maupun lingkungan sekolah. “Bahkan untuk menjalin keakraban, selama berada di Kudus mereka tidak tinggal di kos, melainkan di rumah bapak atau ibu guru, sebagai orang tua asuh.” (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?