15,494 Warga Kudus Belum Rekam E-KTP

oleh
Foto: Terlihat warga Kudus memadati kursi antrian di Kantor Dinas Dukcapil Kudus. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus menginformasikan, perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) warga Kudus hingga 22 Januari 2018. Tercatat, ada sebanyak 15.494 atau sebesar 2, 51 persen warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Menurut data, ada 601.701 jiwa yang sudah melangsungkan perekaman dari total 832.681 penduduk Kudus. Sedangkan yang belum melakukan perekaman yakni 15.494 orang. Padahal, Dinas Disdukcapil Kudus sudah mencetak 76.037 Surat Keterangan (Suket).

Sedangkan data penduduk yang sudah rekam tetapi belum ada progressnya, misalnya foto belum masuk ke Disdukcapil tercatat 6.856. Sedangkan data ganda dari 1.700 orang, yang sudah melapor ke Disdukcapil sebanyak 181 orang, dan otomatis sisanya 1.519 masih memiliki data ganda. Sedangkan update 16 – 22 Januari 2018 untuk data jumlah cetak E-KTP, tercatat 3249.

TRENDING :  Jelang Pilkada, Disdukcapil Imbau Warga Rekam E-KTP

Kepala Disdukcapil Kudus, Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas (Sekdin), Putut Winarno menghimbau kepada warga untuk segera melakukan perekaman. Apalagi dalam waktu dekat memasuki pesta demokrasi yakni Pilkada Kudus.

“Setiap warga yang sudah punya hak pilih harus memiliki E-KTP untuk bisa mencoblos. Jika belum, ini akan mempersulit dalam proses pencoblosan mendatang. Sebab, tanpa e-KTP warga tidak bisa menyuarakan hak pilihnya,” terangnya.

TRENDING :  "Senyum" Jadi Tema Utama Hari Palang Merah Sedunia ke 155 Tahun 2018

Dikatakan Putut, bagi warga yang tidak bisa melakukan perekaman disebabkan sakit, difabel atau lansia, pihaknya menghimbau warga untuk segera melapor ke Ketua RT atau Kepala Desa (Kades). Kemudian, dari pihak desa bakal melapor ke Disdukcapil, supaya pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk melakukan perekaman jemput bola.

Selain diatas, kendala dari perekaman diantaranya perekam pemula yakni usia pelajar SMA. Mengingat, mereka cenderung sibuk di jam sekolah. Meski begitu, pihak Disdukcapil memiliki program jemput bola di sekolah untuk menyiasati hal tersebut.

Putut melanjutkan, kedepan pihaknya akan menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Namun untuk bulan ini, pihaknya fokus di tiga titik kecamatan, diantaranya Kecamatan Dawe, Bae dan Kota.

TRENDING :  Long March Kakek Soepardi, Telah Sampai Kudus

Untuk kendala lain yaitu warga yang berdomisili di luar Kabupaten Kudus. Bisa pindah tempat tinggal dan bekerja diluar kota atau yang bersangkutan benar-benar belum membuat E-KTP. (AJ/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :