1

16 Legenda Bulutangkis Indonesia Diterjunkan Sebagai Tim Pencari Bakat Dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016

Kudus, isknews.com – Sebagai kota terakhir dari Sembilan kota penyelenggara Audisi Umum  Djarum Berasiswa Bulutangkis 2016. Kudus, seperti tahun-tahun sebelumnya adalah merupakan kota penyelenggara Audisi dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu  1.273 peserta meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai angka 913 peserta.

Para peserta mendaftar secara online, terdiri dari 518 peserta U-13 Putra, 193 peserta U-13 Putri, 421 peserta U-15 Putra, dan 141 peserta U-15 Putri, dibnding kota-kota penyelenggara sebelumnya, Palembang, Bandung, Purwokerto, Balikpapan, Cirebon, Solo, Makassar, dan Surabaya.

Program Director Bakti Olahrga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat jumpa pers di GOR Djarum Jati, Senin  (29/8), menjelaskan, “Seperti audisi di delapan kota sebelumnya, para pemain yang menampilkan performa terbaik akan memperoleh Super Tiket, dari delapan kota sebelumnya panitia menjaring 124 finalis, yang akan mengikuti tahap final audisi pada tanggal 2 – 4 September di GOR Djarum Jati Kudus, dan dari sejumlah 124 peserta yang sudah lolos audisi awal, akan diadu dengan para finalis yang terjaring dalam audisi umum di Kudus ini. Untuk kali ini tak ada kuota yang dipatok, berapa pun yang memenuhi kriteria akan ditampung,” katanya.

Baca Juga :  Final Audisi Hari Kedua, Mulai Mengerucut 40 Nama

Demi dapatkan bibit pemin dengan kualitas terbik, Audisi kota terakhir di Kudus ini, panitiya menerjunkan 16 legenda bulutngkis Indonesia sebagai tim pencari bakat, diantaranya adalah, Christian Hadinata, Johan Wahyudi, Lius Pongoh, Denny Kantono, Antonius Budi Ariantho, Eddy Hartono, Yuni kartika, Herjanto Saputra, Susi Susanti, Ivana Lie, Liem Swie King, Simbarsono Sutanto, Ertanto Kurniawan, Kartono, Haryanto Arbi, Sigit Budiarto dan Maria Kristin.

Christian Hadinata salah satu ketua paniti Audisi mengakui, “Saat ini, Tim Indonesi memang lemah di cabang tunggal, khususnya tunggal putri. Karena itu, PB Djarum akan lebih mengitensifkan pada pembentukan atlet bulutangkis di sektor tunggal, baik tunggal putra maupun putrid, untuk mendongkrak prestasi tanpa mengabaikan sektor lain,” tandasnya.

Baca Juga :  Kalah dari Artha Yapi, Victoris Gagal Melaju ke Final Patriot Cup

Sementara itu Lim Swie King, legenda Bulutangkis Indonesia, menaruh harapan besar bahwa kedepan dengan tingginya animo atlet-atlet muda bulutangkis di Indonesia yang mengikuti proses audisi akan tumbuh bibit-bibit baru juara buluangkis dunia seperti pada era dirinya.

Seperti diketahui dua atlet ganda campuran besutan PB Djarum, Achmad Tontowi dan Liliyana Natsir barusaja peroleh medali emas pada Olimpiade Rio 2016,  “ini harus menjadi titik tolak kebangkitan perbulutangkisan Indonesia, meski saat ini prestasi yang menonjol adalah di sektor ganda utamanya ganda campuran.

Baca Juga :  Hari Pertama Turnamen Voli Pantai Di Kudus

Oleh karena itu, pihaknya tertantang untuk mengangkat prestasi sektor tunggal, terutama tunggal putri, “Banyak faktor yang mempengaruhi kenapa tunggal putri saat ini kurang berprestasi. Di antaranya, tak setiap generasi mampu melahirkan atlet putri yang berkemauan keras dan luar biasa sebagaimana kejayaan yang pernah dicapai Ivana Lie, Susi Susanti, atau Maria Kristin, sehingga kita perlu bangkitkan motivasi kepada para bibit bibit cabang tunggal terutma tunggl putrid,” ujar Manager Tim Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum, Fung Permadi. (YM)

 

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?