image

KUDUS – Model demokrasi ala santri tercermin kuat dalam pemilihan ketua umum Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) dalam Kongres IKAQ yang dilaksanakan pada Senin malam (11/7) lalu. Mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (Alhaq) dari Masyayikh (sesepuh) Qudsiyyah menjadi kunci utama dan keputusan terpilihnya calon yang diajukan peserta kongres.
Kongres yang dilaksanakan di Gedung Yayasan Masjid, dan Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) di Jalan Sunan Kudus dan dihadiri sekitar 1500 alumni ini pada akhirnya menetapkan H. Ihsan sebagai ketua umum IKAQ terplilih periode 2016-2021. Ia merupakan ketua Umum IKAQ periode sebelumnya dan mendapatkan suara terbanyak dalam calon ketua pilihan peserta yang kemudian dalam sidang Alhaq juga menyepakati pilihan peserta kongres. 

BACA JUGA :  HARI INI MASUK PERTAMA TAHUN AJARAN BARU, BEBERAPA SEKOLAH GELAR MOS

Mekanisme Alhaq ini berbeda dengan proses pemilihan ketua pada periode sebelumnya. Jika sebelumnya melalui musyawarah mufakat perwakilan wilayah IKAQ yang langsung dihadiri Sesepuh, maka pada kongres kali ini semua alumni diundang dan memiliki hak suara. Ketua SC panitia kongres, Nor Aflah, menjelaskan mekanisme pemilihan dilakukan secara demokratis dan oleh peserta kongres, tetapi keputusan final berada di tangan Alhaq yang terdiri dari masyayikh Qudsiyyah dan perwakilan 16 wilayah. “Peserta memilih calon ketua. Sepuluh besar terbanyak diajukan ke Alhaq untuk dimusyawarahkan dalam sidang Alhaq,” jelas Aflah.

image

Aflah menambahkan, sebagai santri, peran kyai dan sesepuh Masyayikh Qudsiyyah menjadi hal yang diutamakan. “Kita sami’na wa atho’na, sendiko dawuh pada kyai, tetapi kita juga memberi kesempatan demokrasi pada peserta kongres,”  katanya.
Secara teknis, peserta Kongres secara demokratis memilih secara bebas calon ketua IKAQ. Hasilnya sebanyak sepuluh besar kemudian diajukan ke dalam sidang Alhaq. Perwakilan dari 16 wilayah juga dimasukkan dalam tim Alhaq, yakni dari 9 kecamatan di Kudus, dua perwakilan dari Jepara, dua perwakilan dari Demak, satu dari Semarang, satu dari Yogyakarta dan satu perwakilan dari Jabodetabek. 
Dalam pemilihan yang berlangsung hingga pukul 03.00 dini hari tersebut, 10 nama yang unggul dalam pemilihan calon ketua Ikaq adalah H Ihsan (154 suara), Abdul Jalil (69 suara), M Rikza Chamami (42 suara), Saiful Anas (17 suara), H Tubagus Mansur (16 suara), Nor Aflah (14 suara), Chasan Albab (12 suara), H. Idham Kholid (10 suara), Zainal Anwar (10 suara) dan M. Isbah Kholili (9 suara).  Pada akhirnya sidang Alhaq yang dipimpin oleh sesepuh Qudsiyyah, KH Ahmad Sudardi beserta 16 perwakilan wilayah memutuskan H. Ihsan sebagai ketua umum IKAQ periode 2016-2021.

BACA JUGA :  SMP 4 Kudus Laksanakan UNBK-2017 Di SMK Terdekat

Dalam sambutan pembukaannya, ketua yayasan Pendidikan Qudsiyyah (YAPIQ) H. Em Nadjib Hassan mengatakan, event kongres ini hendaknya dijadikan sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas dan penataan internal organisasi IKAQ.  “Kita harus menata orientasi tujuan IKAQ ini sekaligus memperbaiki kinerja jalannya IKAQ ini,” katanya. (Jivan)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post