2 Minggu Uji Coba Sistem Rujukan BPJS Online di Kudus Berjalan dengan Baik

oleh
Foto: Rujukan online BPJS Kesehatan, Jumat (28-08-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Diluncurkan pada Rabu (15-08-2018), uji coba sistem rujukan online BPJS Kesehatan hingga kini berjalan dengan baik. Dua minggu berjalan, kini masyarakat Kudus sudah menikmati pelayanan rujukan online dan perlahan meninggalkan sistem rujukan BPJS manual.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, melalui Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Sri Sudarti mengungkapkan perubahan sistem rujukan BPJS manual ke online di Kudus, sampai saat ini berjalan dengan baik dan tidak mengalami kendala berarti.

Dia tidak memungkiri, masyarakat sempat kaget dengan sistem rujukan online yang ditetapkan BPJS. Akan tetapi berjalannya waktu, masyarakat sudah bisa menerima dan menikmati sistem yang ada. Diungkapkannya, hal ini terlihat dari minimnya penggunaan rujukan manual BPJS yang dilakukan faskes tingkat pertama.

TRENDING :  Puluhan Karyawan Antusias Ikuti Donor Darah di RS Mardirahayu Kudus

“Berdasarkan data yang kami himpun, pada minggu pertama uji coba sistem rujukan online ini, masih ada tiga pasien yang dirujuk menggunakan rujukan manual. Namun pada minggu kedua, kami tidak menemukan laporan adanya pasien yang dirujuk dengan rujukan manual,” katanya saat ditemui isknews.com di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Jum’at (31-08-2018).

Dijelaskannya, uji coba sistem rujukan online ini dilakukan dalam tiga tahap yakni tahap I dimulai pada tanggal 15 -31 Agustus, dimana faskes tingkat pertama masih diperbolehkan memberikan rujukan manual bagi pasien kasuistik.

TRENDING :  Asal Belok, Sepeda Onthel Disambar Vario

Tahap II dimulai pada tanggal 1 – 15 September, dimana faskes tingkat pertama tidak lagi diperbolehkan memberikan rujukan manual kepada pasien. Dan tahap III dimulai pada 16 – 30 September, yang mana sistem rujukan online BPJS sudah bisa membaca kapasitas pelayanan di Faskes Lanjutan.

“Sistem tersebut memberikan kemudahan pasien dalam mencari rumah sakit rujukan dengan mengutamakan rumah sakit jarak terdekat sesuai kompetensinya. Proses pelayanan peserta di rumah sakit menjadi lebih cepat karena data tidak perlu diinput ulang pada saat pendaftaran,” paparnya.

TRENDING :  Ribuan Warga Garung Kidul Ramaikan Kirab Sedekah Bumi

Imbuhnya, “Dan peserta tidak perlu khawatir, jika kehilangan atau lupa membawa surat rujukan. Karena informasi rujukan peserta sudah terekam otomatis di rumah sakit, sehingga cukup dengan menunjukkan kartu JKN-KIS digital,”

Melalui sistem rujukan online ini, diharapkan pasien dapat memperoleh kepuasan dan kepastian layanan dengan waktu yang telah ditentukan. Pasalnya, sistem rujukan online membantu pasien menemukan Faskes sesuai dengan kompetensi, jangkauan jarak dan kapasitas sesuai dengan kebutuhan pasien. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :