200 Guru Ekonomi di Kudus Ikuti Training Of Trainer OJK

200 Guru Ekonomi di Kudus Ikuti Training Of Trainer OJK

Kudus, Isknews.com – Otoritas Jasa Keuangan memberikan pelatihan atau training of trainer kepada 200 guru sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kudus terkait pengetahuan industri jasa keuangan yang rencananya nanti akan dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan.

Acara yang di buka langsung oleh Ka Disdikpora Kudus Joko Susilo ini berlangsung di Hotel Griptha Kudus, Rabu (23/11/2016)

“Sejak tahun 2014 OJK sudah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyusun buku edukasi keuangan dari tingkat SD sampai SMA, sehingga para guru perlu dibekali pengetahuan yang cukup mengenai literasi keuangan,” kata Dedi Patria, Deputi Direktur management strategis edukasi dan perlindungan konsumen serta kemitraan pemerintahan daerah kantor zona 3 Jawa tengah dan DIY.

TRENDING :  Wow...PD BPR Bank Pasar Lampaui Target Hingga 120 %

Menurut dia, pelatihan atau TOT tersebut menjelaskan tentang materi yang berkaitan dengan isi buku edukasi keuangan yang salah satunya pengenalan OJK, tugas dan fungsi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, dana pensiun, pegadaian, dan ekonomi syariah.

Bentuk keseriusan pemerintah dalam melaksanakan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia adalah dengan menyusun buku yang nantinya dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan, kemudian melatih guru dan dosen sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaksana di masa mendatang.

TRENDING :  BI dan Pemerintah Sepakati Langkah Untuk Jaga Inflasi 2016

Dedi Patria menyatakan akan terus mendorong masyarakat Indonesia melek industri keuangan karena hasil survei menunjukkan hanya 21,8 persen masyarakat yang mengerti tentang bidang itu.

“Berdasarkan survei, tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terhadap industri keuangan cukup rendah. Untuk itu secara bertahap kami terus melakukan pengenalan dan dorongan dengan tujuan kepedulian masyarakat dalam industri keuangan meningkat,” jelasnya.

OJK memberikan pelatihan kepada para guru, bahkan di beberapa daerah OJK juga telah melaksanakan kegiatan yang sama untuk guru ekonomi, dan para pengajar di PAUD.

TRENDING :  Investasi Di Jepara Terus Meningkat

Ia mengungkapkan, alasan dipilihnya guru adalah karena para pengajar tersebut memiliki akses untuk mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu juga bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitarnya.

“Ciri masyarakat modern ialah ketika akses, pemahaman dan keaktifan penggunaan jasa keuangan tinggi, kemudian memiliki kemampuan untuk mendalami masalah keuangan juga harus dipersiapkan sejak dini agar tidak tertinggal dengan bangsa lain,” pungkasnya.(AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post