250 Peserta Ikuti Kontes Ikan Guppy Tingkat Nasional Di Kudus

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Sebuah kontes nasional tentang ikan Guppy digelar di Kudus, kemarin, tepatnya di Taman Kriha Kudus, Mungkin bagi sebagian masyarakat belum terlalu mengenal apa itu ikan guppy.

Jika dilihat sekilas, orang akan mengira ikan guppy adalah ikan cupang. Karena dari warna, ukuran dan bentuk ekor hampir sama indahnya. Ternyata, ikan guppy merupakan ikan yang sering kita temui di parit sekitar kita atau dalam bahasa jawanya ikan cethul.

Siapa sangka ikan yang dulu hidup di selokan tersebut bisa dihargai cukup mahal. Bahkan dapat diadu dalam kontes ikan guppy tingkat nasional. Hal ini dapat dilihat dalam acara Kontes nasional ikan guppy yang diselenggarakan oleh Kudus Guppy lover di Taman Krida Kudus, Minggu (24/09/17).

Pada kontes yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto, dalam sambutannya mengungkapkan cukup kaget mendengar bila ikan guppy dari Kudus sudah melakukan ekspor ke beberapa negara.

TRENDING :  Sediakan Payung Sebelum Hujan

“ Saya mewakili Pemkab Kudus sangat mendukung acara ini. Sekarang kan tingkat nasional, kami berharap tahun 2018 nanti kalau memungkinkan dilakukan kontes dengan level tingkat Internasional,” ujar Catur.

Fala Adistya Gusta selaku ketua panitia kontes Kudus Guppy Lover ( KGP), sangat senang dan menyambut gembira. Sebab, kehadiran komunitas sudah mendapatkan perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

Sekarang piala yang diperebutkan ya trophy guppy lover. Tahun depan setelah kita kolaborasi dengan pemerintah Kabupaten, mungkin bisa memperebutkan piala bupati atau malah piala gubernur.

“Kehadiran Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bidang perikanan ke acara kontes kami sudah sangat membanggakan kami. Apalagi kalau tahun 2018 nanti sepakat bersama membuat kontes, tentu menjadi hal yang istimewa bagi kami ,” ucapnya.

Aditya mengungkapkan bahwa kontes kali ini diikuti 250 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Sehingga nama Kabupaten sudah diperhitungkan kalangan pecinta guppy tingkat nasional.

TRENDING :  Jazz In Campus 2016 With WMld

“ Yang dilombakan disini ada puluhan jenis guppy. Kalau peserta paling jauh berasal dari Makassar, Medan dan Pontianak. Kita mendatangkan tiga juri yang berasal dari Jogja dan merupakan juri senior, kemudian dari Semarang dan Cirebon ,” tambahnya.

Wawan Cahyono, ketua KGP, menambahkan bahwa memiliki ikan guppy sekarang bisa menjadi sumber rejeki alias peluang usaha yang baik untuk pecinta guppy. Sebab ikan berukuran kecil itu harganya mahal apalagi ketika pembeli berasal dari luar negeri.

“ Saya sudah menjual guppy ke Jerman, Puertorico dan Malaysia. Guppy dari Kudus ini bagus dan mendapat pengakuan dari luar negeri loh, jangan salah ,” kata Wawan.

Agung Saputra dari Jogjakarta, menjelaskan bahwa potensi ikan Guppy di Kudus sangat bagus untuk dikembangkan. Sebab sumberdaya manusia-nya masih muda-muda dan anggotanya sudah cukup banyak.

Pria yang sudah sejak tahun 2003 menggeluti dunia guppy itu menambahkan bahwa dari hobby mengkoleksi ikan hias bisa menjadi sumber ekonomi. Hal tersebut sudah dirasakan sendiri.

TRENDING :  #‎isk_info_budaya‬ Sosok Perempuan di Balik Kejayaan Batik Kudus

“ Sekarang saya bisa kemana-mana ya karena guppy. Lebih bagus lagi kalau bisa menciptakan jenis guppy terbaru. Sebab bisa menentukan harga sendiri karena belum ada di tempat lain. Itu seperti ketika saya berhasil menciptakan gupy jenis dragon yang merupakan hasil persilangan dari beberapa guppy ,” tukasnya.

“ Sebagai apresiasi untuk jajaran Dinas Pertanian Kudus, nanti tanggal 3-5 November kita mengundang untuk hadir di acara kontes dan pameran besar-besaran ikan guppy di Jogjakarta ,” tandasnya.

Sementara terkait kriteria kontes Guppy di Kudus, AG Setyo, juri dari Semarang, menerangkan bila ada empat point penilaian. Yaitu Body, Dorsal, ekor dan Vitality.

“ Body yang bentuknya seimbang. Kalau dorsal itu sirip bagian atas. Sedangkan ekor kita memilihnya bentuk segitiga atau D Diamond yang ideal. Sementara Vitality adalah keelincahan gerak dari ikan guppy itu ,” jelas Setyo. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :