3 Besar se Jateng Terkait Prestasi Imunisasi MR, Kudus Dikunjungi Tim SEAR WHO

oleh

Kudus, isknews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mendapat kunjungan Mr. Pedro Canisio da Costa Amaral dari tim monitoring Imunisasi Measles Rubella (MR) dari South East Asia Regional (SEAR) World Health Organization (WHO), sebuah organisasi kesehatan dunia. Dalam kunjungannya tersebut, Ia di dampingi Kasi Surveilans Imunisasidari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto, saat ditemui isknews.com Rabu, (3/9/17) membenarkan adanya kunjungan tersebut. Dikatakan Joko, Hal itu terkait Kabupaten Kudus yang saat ini telah berhasil masuk tiga besar se Jawa Tengah dalam prestasi Imunisasi MR. Tiga besar tersebut adalah Kudus, Pekalongan dan Magelang.

TRENDING :  Lupa Padamkan Tungku, Rumah Nenek Sutini Rata Dengan Tanah

Dijelaskan Joko, Ada banyak kriteria dalam masuk tiga besar se provinsi, diantaranya maksimal diberbagai bidang, diantaranya saat sosialisasi mikroplening, pertemuan koordinasi, dan mendapat dukungan dari semua pihak.

Dalam kunjungan tersebut, Mr. Pedro memonitor dan menanyakan langsung tentang hal teknis dan kendala terkait prestasi yang telah dicapai pada pelaksanaan imunisasi MR.

Rangkaian hari ini, diawali dengan penyambutan di Labkesda Kudus, setelah itu menuju lokasi ke Puskesmas Purwosari, dan Posyandu di dukuh Jetak Kembang Sunggingan, setelahnya menuju ke SD 1 Purwosari dan dilanjutkan kembali ke Labkesda.

Menurut Joko, Imunisasi MR yang menyasar anak usia sembilan bulan sampai dengan anak usia < 15 tahun ini diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

TRENDING :  Pemkab Kudus Targetkan 1000 ikuti test Urine Hari ini

Sedangkan Imunisasi MR diberikan untuk melindungi dari radang otak karena infeksi virus Japanese Ensefalitis. Sementara imunisasi Pneumokokus diberikan untuk melindungi anak-anak dari radang paru karena infeksi bakteri pneumokokus.

“Sementara itu, pelaksanaan pemberian vaksin ini dilakukan ada dua tahapan. Yakni, tahap pertama dilaksanakan tahun 2017 di semua provinsi di Pulau Jawa, dan tahap kedua dilaksanakan di luar Jawa,” jelasnya.

Bulan Agustus lalu, Kabupaten Kudus telah menggelar imunisasi MR serempak di sekolah-sekolah PAUD dan SD. Sedangkan di bulan september Dinas Kesehatan Kudus fokus menyasar imunisasi di puskesmas dan ke Desa-desa hingga tingkat RT. Selain itu, Kami juga berkoordinasi ke sekolah-sekolah, Jika ada siswa yang imunisasi MR susulan karena pada tahap pertama belum disuntik.

TRENDING :  Puluhan Warga Mlati Kidul, Ikuti Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular

Sampai saat ini yang telah berpartisipasi dalam imunisasi MR sudah mencapai 91 persen. Meski target pencapaian imunisasi MR secara nasional di angka 95 persen, namun Joko bersikukuh dan berusaha untuk bisa mencapai angka sempurna 100 persen. “Terkait kendala, sejauh ini tidak ada, namun jika ada, itu sifatnya hanya teknis dan bisa diatasi.” terangnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :