3 Tahun Disusun, Ranperda Gembok Roda Belum Jelas Kapan Di Aplikasikan

oleh
ilustrasi gembok roda yang akan di terapkan bagi kendaraan yang melanggar zona parkir (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai payung hukum atas pelanggaran yang terjadi Kabupaten Kudus. Kini masih dikonsultasikan ke Bidang Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Perangkat regulasi atau payung hukum bagi pemberlakukan gembok roda, hingga kini belum dibahas oleh wakil rakyat di DPRD, meskipun draft rancangan Peraturan Daerah (Perda) sudah diajukan oleh setda bagian hukum sejak tahun 2016.

Kepala Dinas Perhubungan Kudus, Abdul Halil melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Putut Sri Kuncoro mengatakan sembari menunggu pengesahan dari DPRD Kudus. Pihaknya melakukan konsultasi ke Bidang Hukum Setda Provinsi sebagai bentuk sinkronisasi peraturan di Kabupaten dan Provinsi. Agar nantinya dalam penerapannya tidak tumpang tindih dengan peraturan di provinsi.

TRENDING :  Warga Keluhkan Jembatan Kalidoro Jadi Tempat Parkir Mobil

Diungkapkanya, sampai saat ini pihaknya masih menerima beberapa revisi terkait Ranperda tersebut. Untuk bentuk koreksinya, Putut mengakatan koreksi yang diberikan berupa revisi penggunaan kata-kata saja.

Sedang terkait teknis pelaksanaan, dia menegaskan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kata sepakat. Sehingga Ranperda yang diusulkan mulai tahun 2017 itu akan kembali digodog diranah Kabupaten, untuk disahkan oleh DPRD Kudus.

TRENDING :  Angkutan Kota Rame-Rame Ke Dishub Ada Apa Ya?

“Setelah Ranperda ini disetujui DPRD, maka kami akan melakukakan penyusunan dan pengajuan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai aturan pelaksana bagi kami untuk menjalankan Perda tersebut,” jelas dia.

Secara rinci, Putut menyebutkan didalam Ranperda tentang penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) berisikan larangan truk masuk kota, pengaturan arus lalu lintas, pelayanan Kir kendaraan dan pengaturan parkir. Termasuk didalamnya mengatur terkait kompensasi penggembokan pada kendaraan yang parkir sembarangan.

TRENDING :  Optimis Penuhi Target PAD, Dishub Pati Bakal Naikkan Retribusi Parkir 2018

Sebagi bentuk kesiapan Dishub Kudus, Putut menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengadaan gembok untuk mobil, motor dan truk dari tahun 2017 lalu. Ada sebanyak 50 gembok mobil, 19 gembok motor dan 15 gembok truk yang kini dimiliki pihaknya.

“Gambaran teknisnya, nanti kami akan melakukan operasi bersama jajaran Kepolisian untuk menindak kendaraan yang parkir sembarangan. Kendaraan yang sudah dikunci bannya, dipastikan tidak akan dapat dibongkar dengan kunci apapun, kecuali kunci dari Dishub,” katanya.

Untuk dapat membuka gembok, pemilik kendaraan dapat mendatangi Kantor Dishub. Langkah ini diambil dengan harapan bisa memberikab efek jera pada pemarkir kendaraan bermotor yang parkir sembarangan. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :