32 Disabilitas di Kudus Dapatkan Pelatihan Pembuatan Batik Ciprut dan Keset

oleh
Para penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan pembuatan batik ciprut dan keset. (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 32 penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus pagi ini mendapatkan pelatihan Pembuatan Batik Ciprut dan Keset, yang dilakukan di Balai Desa Demaan pada Jumat (12-10-2018). Tak perlu waktu lama, tangan-tangan trampil puluhan penyandang tuna grahita itu nampak lihai membuat batik dan keset.

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Sosial ini menjadi salah satu wujud keseriusan Pemerintahaan Kabupaten (Pemkab) Kudus, dalam mendorong kemandirian para penyandang disabilitas di kota kretek ini.

Wakil Bupati Kudus, HM Hartopo yang berkesempatan membuka Launching Sheltered Worshop Peduli “Mugi Berkah” Kudus dan penyerahan Bantuan Stimulan Usaha Ekonomi Produktif itu, mengungkapkan jika, para disabilitas sebenarnya memiliki potensi dan harus dikembangkan. Dengan begitu kedepannya kemandirian mereka secara intelektual terus meningkat.

TRENDING :  Warga Ngembal Rejo ini Gelar Karnaval Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

“Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan penyandang disabilitas dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Dan saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Para penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan pembuatan batik ciprut dan keset. (istimewa)

Imbuhnya, “Untuk produknya nanti bisa dibeli oleh para OPD di Kabupaten Kudus. Seperti batik ciprut itu bisa dibeli para OPD. Selain itu juga kami akan mendorong perusahaan di Kudus untuk membeli produk hasil dari para disabilitas intelektual di Kabupaten Kudus.”

Ditemui secara terpisah, Murhardjani Kementrian Sosial RI, Balai Besar Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual Kartini di Temanggung menjelaskan saat ini baru ada lima Kabupaten yang mendapatkan pelatihan oleh BBRSPDIK di Temanggung. Lima Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Kulon Progo, Sukoharjo, Blora, Wonosobo dan Kudus.

TRENDING :  SDN 1 Jati Kulon Bersama Wali Murid, Gerakan Peduli Lingkungan

“Kabupaten Kudus sendiri menjadi penerima manfaat paling banyak, yakni 32 penerima. Kami siap melayani penyandang disabilitas. Kami fokuskan di Kabupaten Kudus karena disini ada komitmennya yang disampaikan oleh Wakil Bupati,” katanya.

Adapun beberapa usaha yang diberikan pelatihan kepada para disabilitas di Kabupaten Kudus. Di antaranya usaha ternak, ternak kambing, kerajinan gerabah, pembuatan batik, dan usaha warung.

TRENDING :  PASAR JAMBU BOL PINDAHAN

“Mungkin ada stigma para disabilitas tidak bisa apa-apa. Akan tetapi ternyata hari ini, mereka rernyata mereka bisa. Mereka bisa membuat batik, mereka bisa membuat keset. Dan produkunya dijual di beli oleh masyarakat atau pemerintah,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kudus, HM Hartopo menyerahkan bantuan secara simbolis dari Kementerian Sosial RI, berupa uang sebesar Rp. 2 juta kepada masing-masing penyandang disabilitas. Selain itu,  juga ada dua ekor kambing, enam ekor ayam dan peralatan pembuatan batik Kudus yang diberikan pada kesempatan itu. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :