38 Desa di Kudus Rawan Bencana Alam Banjir

38 Desa di Kudus Rawan Bencana Alam Banjir

Kudus, isknews.com – Di Kabupaten Kudus, sebanyak 38 desa, di lima kecamatan, tercatat sebagai daerah yang rawan bencana banjir. Bencana alam yang hampir dipastikan selalu terjadi pada setiap musim hujan itu, tidak hanya menimpa pemukiman penduduk, melainkan juga areal persawahan. Dampak yang diakibatkan oleh bencana alam yang terjadi setiap tahun itu, menimbulkan penderitaan dan kerugian yang tidak sedikit, khususnya bagi warga masyarakat yang menjadi korban.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan, yang dihubungi isknews.com, Selasa (05/12/17), mengatakan hal itu. Menurut dia, di musim hujan sekarang ini, warga masyarakat diimbau untuk waspada, jika terjadi hujan deras terus-menerus selama lebih tiga hari.

TRENDING :  Warga Kecamatan Undaan Lega Debit Air Bendungan Wilalung Kembali Normal

“Terutama bagi warga masyarakat yang tinggal di desa-desa yang rawan bencana alam banjir, baik yang diakibatkan air sungai yang meluap ke pemukiman, atau akibat curah hujan yang tinggi, kami mengimbau agar tidak kehilangan kewaspadaan, karena bencana banjir bisa terjadi setiap saat, pagi, siang, mau pun malam.”

Foto : Sungai Londo di Kecamata Undaan, salah satu sungai penyebab terjadinya bencana banjir di Kudus. (Dok. Isknews.com/DM)

Dari jumlah 38 desa di Kabupaten Kudus yang rawan bencana banjir yang sudah dipetakan oleh BPBD Kabupaten Kudus, lanjutnya, jumlah terbanyak ada di Kecamatan Undaan, mencapai sebanyak 15 desa. Rinciannya, Desa Lambangan, Kalirejo, Medini, Sambung, Glagahwaru, Kutuk, Undaan Kidul, Undaan Tengah, Undaan Lor, Karangrowo, Wates, Ngemplak, Terangmas dan Desa Berugenjang.

TRENDING :  Ketua PMI Pati, Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung

Disusul Kecamatan Mejobo, sebanyak 8 desa, yakni Desa Gulang, Kirig, Temulus, Kesambi, Jojo, Payaman, Hadiwarno dan Desa Mejobo, dan Kecamatan Jati, juga sebanyak 8 desa, yakni Desa Jetis Kapuan, Tanjungkarang, Jati Kulon, Jati Wetan, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Loram Kulon, Loram Wetan dan Desa Ngembal Kulon.

“Sedangkan di Kecamatan Jekulo, sebanyak 5 desa, yakni Desa Pladen, Sido Mulyo, Bulung Cangkring, Bulung Kulon dan Desa Sadang, dan Kecamatan Kaliwungu, dua desa, yakni Desa Setrokalangan dan Desa Banget.”

Mengenai penyebab terjadinya bencana banjir, sebagaimana data di peta yang memuat sungai-sungai di Kabupaten Kudus. Contohnya seperti di Kecamatan Undaan, bencana banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Wulan, Sungai Juwana dan Sungai Londo.

TRENDING :  Gelombang Tinggi, Larangan Berlayar ke Karimunjawa Diberlakukan

Di Kecamatan Mejobo dan Jekulo, bencana banjir ditimbulkan oleh dua sungai besar, yakni Sungai Piji dan Sungai Logung, juga sungai-sungai kecil, seperti Sungai Dawe dan Sungai Poceho, yang mengalir sampai di Desa Mejobo, Sungai Tanjang di Desa Bulungcangkring dan Bulungkulon
.
“Sementara untuk Kecamatan Jati dan Kecamatan Kaliwungu, Sungai Wulan atau Sungai Tanggulangin, menjadi penyebab utama terjadinya di desa-desa di dua kecamatan tersebut, juga dari Sungai Kaligelis yang bermata air di Gunung Muria,” jelas Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post