4 Keluarga Korban Penggusuran Masih Bertahan

4 Keluarga Korban Penggusuran Masih Bertahan

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Sebanyak 7 orang dari 4 keluarga korban penggusuran bantaran Kali Balun masih bertahan di lokasi dengan mendirikan tenda. Hal itu dilakukan sampai tuntutan ganti rugi dan lahan pengganti, dipenuhi oleh Pemerintah.

“Kami menuntut untuk diberikan ganti rugi atas kerusakan rumah dan lahan untuk mendirikan bangunan. Hanya itu tuntutan dari warga,” kata Agus Kristanto, koordinator warga korban penggusuran, saat berada di Posko bencana korban penggusuran, Selasa (8/8/2017).

Pihaknya mengaku, 4 keluarga tersebut akan terus bertahan sampai tuntutan dipenuhi. “Kami tidak akan pindah,” tegasnya.

TRENDING :  Gunungan Sampah di Jalan Jetak – Guyangan, Dikeluhkan Warga

Pihaknya mengancam, jika warga yang berada di lokasi dipaksa untuk pindah dari lokasi, para warga akan melakukan aksi lebih nekat. “Kita akan dirikan posko di luar. Di lokasi taman Arya Jipang. Karena ada tanda-tanda kami bakal diusir kembali,” katanya.

TRENDING :  Aparat Bakal Tindak Oknum Perusak Kawasan Pesisir

“Kami berharap, bisa mendapat ganti rugi,” terangnya.

Untuk diketahui, pada tanggal (27/7/2017) lalu, pemukiman warga di bantaran Kali Balun, dibongkar paksa oleh Pemerintah Kabupaten Blora.

TRENDING :  Tugu Adipura Ditempatkan di TPA, Pegiat Seni Jepara Protes

Dengan terlaksananya proses pembongkaran itu, proyek normalisasi kali aliran anak sungai Bengawan Solo bisa dilaksanakan. Total anggarannya sebesar Rp 454 juta dengan masa kontrak 4 Juli hingga 30 November 2017. (As)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.