40 Peserta Dari Seluruh SKPD Ikuti Diklat Analisis Jabatan Tingkat Lanjut

40 Peserta Dari Seluruh SKPD Ikuti Diklat Analisis Jabatan Tingkat Lanjut
KUDUS-Analis jabatan merupakan sebuah proses yang sistematik mengenai analilis terhadap tugas-tugas, pekerjaan, tanggung jawab, dan wewenang serta kondisi kerja yang ujungnya adalah kinerja. Hal ini didasarkan pada UU No 5/2014 tentang ASN.
Untuk bisa memetakan jabatan dengan tepat, Pemkab Kudus mengadakan Diklat Analisis Jabatan Tingkat Lanjut dengan bekerja sama dengan Badan Diklat Provinsi serta Biro Orpeg Setda Pemprov Jateng. Kegiatan ini berlangsung selama 13 hari kerja yang dibuka Bupati Kudus di Gedung Setda, Kamis (28/9).
Sebanyak 40 orang dari semua SKPD mengikuti diklat ini. Yang nantinya diharapkan ada peningkatan kualitas serta kompetensi mereka seusai mengikuti diklat yang akan berakhir tanggal 13 Oktober nanti. Khususnya dalam menganalisis jabatan di SKPD-nya.
Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa proses analisis yang dimulai dari bawah (bottom up) ini sangat bagus. Karena para PNS peserta diklat inilah yang benar-benar tau kondisi sebenarnya yang terjadi.
“Bapak/Ibu semuanya inilah yang tau kondisi yang ada. Apa yang sebenarnya kita lihat, dengar, dan rasakan?,” kata Bupati dalam arahannya. Lebih lanjut bupati berpesan agar diklat ini jangan hanya seremonial saja. Tetapi harus benar-benar bisa menjadi forum diskusi dalam merumuskan jabatan aparatur pemerintahan. Realitas di setiap bidang/unit/seksi, harus didiskusikan dengan matang dan terbuka.
“Diskusikan semuanya dengan terbuka. Dan juga, ikuti diklat ini dengan sungguh-sungguh,” pesannya. Para peserta mendapat tantangan dari Pak Bupati pagi itu. Yaitu mereka ditantang memunculkan kebaruan dalam jabatan yang ada. Yang tujuannya disesuaikan kebutuhan organisasi sehingga efektif dan efisien.
“Saya nantikan kebaruan yang muncul dari para peserta diklat ini,” tantangnya.
Menyinggung mengenai Perda SOTK yang baru saja ditetapkan, Bupati mengatakan bahwa ukurannya adalah kinerja. Bukan jam kerja. Yang semuanya bermuara untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Mengabdi lebih berarti daripada membesarkan diri,” pungkasnya.(rg/adv.)
KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  4 pilar pembangunan di Kabupaten Kudus Jadi Andalan Penilaian EPPD

Share This Post