40 Ribu Lebih BPNT Kudus Telah Disalurkan

oleh
Suasana penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah kecamatan Dawe. beberapa saat yang lalu (Foto: YM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Kudus telah di Kucurkan secara bertahap di setiap Kecamatan, dan dari 9 Kecamatan kini semuanya telah menerima program BPNT dari pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial guna menyejahterakan rakyat tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB, Luthful Hakim, Pihaknya melaporkan, di kabupaten Kudus, terdapat 40.824 keluarga yang menerima manfaat BPNT dan terdapat 151 warung yang siap melayani tersebar di seluruh Kudus.

“Para penerima manfaat akan mendapatkan beras seberat 8 kilogram dan telur seberat 1 kilogram hanya dengan menggesekkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang bekerja sama dengan Bank BNI,” ujar Luthful, Kamis (08/11/2018).

TRENDING :  Sukari,” Semua Terlibat Memasarkan dan Kami Siap Penuhi Kebutuhan Customer “

Ia mengatakan adapun jumlah penerima BPNT yakni berasal dari sembilan kecamatan. Meliputi Kecamatan Dawe sebanyak 8.310 keluarga, Kecamatan Jekulo 5.527, Kecamatan Gebog 5.452 keluarga, Kecamatan Kaliwungu 4.544 keluarga, Kecamatan Undaan 4.482 keluarga.

“Kemudian ada Kecamatan Jati 4.216 keluarga, Kecamatan Mejobo 3.918 keluarga, Kecamatan Bae 2.341 keluarga, dan Kecamatan Kota sebanyak 2.034 keluarga. Paling banyak di Kecamatan Dawe. Kalau yang terendah di Kecamatan Kota,”lanjutnya.

Warga penerima manfaat adalah mereka yang setelah dilakukan proses verifikasi dan validasi lalu peroleh formulir untuk pembukaan rekening secara bersama di bank BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah. Setelah itu, kartu akan segera dibagikan agar masyarakat bisa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Yaitu beras dan telur.
“BPNT nantinya dilayani di e-warung. Untuk jumlah e-warung sendiri kami sudah menyediakna sebanyak 142 unit. Caranya menggunakan kartu itu,” imbuhnya.
Sementara itu bupati Kudus H.M. Tamzil, beberapa saat yang lalu usai memberikan batuan simbolis warga Kecamatan Mejobo, menyampaikan, sangat mengapresiasi program tersebut. Dirinya berujar bahwa masyarakat saat ini perlu diajak untuk merasakan teknologi kekinian,

TRENDING :  Harga Berbagai Komoditas Turun Jadi Pemicu Deflasi di Kudus

“Nanti pakai kartu nggih pak buk, digesek baru dapat beras dan telurnya,” ujarnya.
Dirinya juga bercerita untuk menyemangati warga, “Saya punya teman lama, anaknya dikasih makan telur, telur pakai kecap itu lho bu, sudah enak. Sekarang anaknya jadi dokter,” ungkapnya disambut gelak tawa hadirin.

TRENDING :  Tempe Salah Satu Komoditas Penyumbang Inflasi Mei 2016

Bupati pun mengingatkan kepada Kepala Desa dan Camat agar lebih teliti supaya masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terdata dengan baik, “Saya pesan kepada pak Kades dan pak Camat agar pendataan dilakukan yang baik, disisir, jangan sampai ada yang terlewat,” imbuhnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :