5 Warga Penerima Dana PKH “Wisuda”

oleh
Foto: Dwi Murtiningsih di "Wisuda" oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Sebanyak empat warga dari kecamatan Sulang dan satu dari Kecamatan Lasem menyatakan berhenti menerima bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Kabupaten Rembang, atau bisa dikatakan telah “Wisuda” dari bantuan PKH. Berhentinya kelima warga tersebut dikarenakan mereka dianggap sudah mandiri dan mampu berwirausaha setelah sebelumnya menyisihkan uang dari dana bantuan PKH untuk membangun usaha.

Kelima warga tersebut yaitu Dwi Murtiningsih, dari Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Henik Prasetyoningrum, Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Sriatun, Desa kerep, Kecamatan Sulang, Sutami, Desa Kebonagung, Kecamatan Sulang, dan Suripah, Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem.

TRENDING :  DLH : Izin Reklamasi Bukan Kewenangan DLH !

Salah satu warga yang diwisuda, Dwi Murtiningsih, dari Desa Landoh, Kecamatan Sulang, mengaku dari dana PKH yang didapat dirinya menyisihkan sedikit untuk digunakan bersama kelompok mengadakan arisan. Sehingga dari hasil arisan tersebut bisa digunakan untuk membangun usaha.

“Setelah mendapat bantuan PKH saya sisihkan untuk saya gunakan arisan bersama kelompok saya dan hasil arisan yang saya dapat saya gunakan buat modal usaha kecil-kecilan,” ujarnya

TRENDING :  Belum Ada Juknis Pendistribusian Penerima Dana PKH Kabupaten Pati Alami Kendala

Murtiningsih menambahkan, sekarang dirinya sudah mempunyai warung berkat bantuan PKH yang dikelola dengan baik. Dirinya berpesan agar penerima bantuan yang lain dapat mengikuti jejaknya.

Sementara itu, Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz mengapresiasi warganya yang berani untuk berhenti menerima bantuan dari Pemkab. Pasalnya hingga saat ini masih ada banyak orang yang mampu namun masih menginginkan bantuan.

“Ini luar biasa, mereka sadar bahwa memang sudah seharusnya dia sudah tidak mendapatkan. Ini bisa menjadi contoh untuk yang lain, jika yang lain bisa seperti ini bisa membangkitkan kabupaten Rembang,” ujarnya

TRENDING :  Jadwal Pelaksanaan SIM Keliling Tunggu Hasil Survei Lokasi

Bupati menambahkan, bahwasannya program bantun PKH ini hanya bersifat sementara. Sehingga para penerima diharapkan dapat menggunakan bantuan tersebut untuk berwirausaha agar kedepannya bisa mandiri.

“Program PKH ini bukan program yang menetap kangge jenengan, tapi kangge jenengan sifate sementara. Pemerintah punya harapan, sementara yang dibantu iki iso mentas.” pungkasnya. (RTW/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :