50 Santri Hafidz Yanbu’ul Qur’an Kudus Diwisuda, Ini Pesan KH.Ulin Nuha Arwani

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Selesai menghatamkan hafalan Alqur’an, 50 santri Yanbu’ul Qur’an Kudus mengikuti Haflatul Hidzaq (wisuda) bersama di gedung Jamiyyatul Hujjah Kudus (JHK), Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (1/1/2019).

50 santri yang di wisuda terdiri dari ponpes yang masih dibawah naungan yayasan arwaniyyah Kudus. Diantaranya 11 santri ponpes yanbu’ anak-anak, 16 santri yanbu’ menawan dan 23 santri yanbu’ remaja bejen.

“Adapun umur terkecil berusia 11 tahun atau kelas 5,” jelas Muh Asyroful Khotim, Panitia acara saat ditemui isknews.com di sela-sela acara.

Penggabungan atau wisuda bersama, kata Asyroful Khotim, sejauh ini telah dilakukan sebanyak empat kali dalam 4 tahun terakhir, yang pertama bertempat di Ponpes Tahfidz Yanbu’ul Qur’an anak-anak (PTYQA) Krandon, gedung JHK, aula Arwaniyah, dan selanjutnya di gedung JHK lagi.

TRENDING :  Kunjungan Aster.IV Diponegoro ke Kodim Kudus

Proses sebelum hatam, santri menghafalkan Alqur’an dari nol sampai selesai, ketika sudah hatam 30 juz, mereka harus mengikuti seleksi selama 2 hari untuk 30 juz. “Dalam hal ini yang meluluskan tetap romo kyai, namun penilaiannya dari asatidz pondok masing-masing, dan untuk PTYQA, dipegang 19 asatidz,” ujarnya.

Turut hadir, pimpinan sekaligus pengasuh, KH. Ulin Nuha Arwani dan KH. ulil Albab Arwani, Pengasuh beberapa pondok, diantaranya Krandon KH. Agus Ahmad Ainun Na’im, Menawan Dr. KH. Ahmad Fais LC. MA, mbijen KH. Ahmadi Abdul Fattah LC.MA

Rangkaian acara dimulai dari pembacaan sholawat syahadah, pembukaan, prosesi khotmil quran oleh wisudawan, sambutan atas nama pengurus Arwaniyyah Gus Faiz.

TRENDING :  Sah! Presiden Jokowi Naikkan Status STIKES Jadi Universitas Muhammadiyah Kudus

Sementara itu, KH. Ulin Nuha Arwani saat membai’at dan memberikan sanad, juga berpesan kepada Para khotimin supaya dan patut bersyukur atas rahmat yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala. Dimana bisa menghafal Alqur’an adalah Fadhal atau suatu anugerah dari-Nya.

Namun ini masih permulaan, supaya para santri ke depan tetap giat belajar dan mengaji, agar hafalannya semakin baik. Tidak sekadar baik dalam bacaan (tahsin tilawah), tetapi sesuai dengan tahsin dalam aturan membacanya, seperti baik tajwidnya. “Bagaimanapun, jika hafalan yang telah baik dan lancar bisa hilang dengan sendirinya jika tidak dijaga dengan cara dihafal atau dibaca berulang-ulang,” tutur putra pertama pengasuh Yayasan Arwaniyyah, KH. Muhammad Arwani Amin.

TRENDING :  Padang Bulanan Serta Istighosah Pelajar, Guna Ikhtiar Batin Menghadapi UN

Abah Yai Ulin juga berpesan untuk tidak mempergunakan Alqur’an dalam urusan duniawi, “Panjenengan kulo baiat, ampun ngantos dipun ginaake kepentingan dunia,” tuturnya di hadapan para santrinya.

Pesan terakhir Abah Yai Ulin, “Yang terpenting, apapun cita-cita panjenengan semua, tetaplah menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan menjadi generasi Qur’ani yang berpegang teguh pada nilai-nilai dan ajaran Al-Qur’an,” Pungkasnya

Adapun acara wisuda dihadiri para orang tua wali santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan disaksikan para kiai/ulama’ dan tamu undangan. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :