6 Penggagas Event “Parade Sewu Kupat” Dihadiahi Bupati Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Bukti kalau bupati Kudus H.Musthofa,SE.MM menghargai apa yang telah diberikan masyarakat. Disaat acara Parade Sewu Kupat pada Minggu, (2/7/2017) pihaknya secara langsung memberikan penghargaan kepada 6 orang penggagas acara Parade Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria.

Adapun penerima penghargaan tersebut adalah, Dumung Khoirul Falah (Alm) diwakili oleh ayahnya H. Suyoto (keduanya mantan kepala desa Colo, kemudian Moh. Shokib Garno Sunarno (Juru Kunci Makam YM2SM), lalu Drs. Brata Subagya,MM (Pensiunan PNS), Amin Chudhori (Mantan Anggota Dewan), Sugiharto (Seniman) dan terakhir Mutrikah, SH (Kepala UPT Obyek Wisata Colo).

Mereka diberikan piagam penghargaan sekaligus masing masing mendapatkan uang tunai 2,5 Juta. Tidak hanya itu, bupati Kudus dalam waktu dekat akan membangun prasasti yang rencananya akan dibangun di depan gerbang Taman Ria.

TRENDING :  21 Gunungan Meriahkan Parade Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria

Salah satu dari penerima penghargaan Mutrikah, SH. saat ditemui isknews.com seusai acara mengatakan, dirinya sangat tidak menyangka jika ada kejutan dari bapak bupati, “Saya baru mengetahuinya tidak ada sepekan sebelum event Parade Sewu Kupat, dan itu benar benar surprice,” katanya.

Dijelaskannya, Parade Sewu Kupat sudah berumur 10 tahun sejak tahun 2007 silam, “Sebelum H.Musthofa menjadi bupati Kudus dan saya sendiri masih menjadi staff di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus,” ujarnya

“Adapun awal terciptanya gagasan tersebut dari keinginan bapak H. Musthofa yang saat itu tahun 2007 beliau belum menjabat sebagai bupati Kudus. Selanjutnya, kami berenam dan juga masyarakat berkeinginan mengangkat tradisi ini menjadi magnet untuk masyarakat luas supaya tertarik datang ke wilayah rintisan desa wisata Colo,” bebernya

TRENDING :  Disewa Disbudpar Rp 12,5 Juta Per Tahun Museum Purbakala Patiayam Tempati Lahan Bondo Deso Desa Terban

Ditambahkan, semangatnya bupati Kudus waktu itu, juga memberikan suntikan semangat kepada kami untuk lebih memberikan sumbangsih pemikiran, ide baru, dan inovasi yang nantinya membuat desa Colo semakin dikenal luas, baik dari sisi wisata religinya, budayanya, kulinernya, dan wisata alamnya.

“Yang menjadi pedoman kami adalah Sapta Pesona, pemerintah memberikan fasilitasi kepada kami, bagaimana caranya untuk masyarakat luas ini tertarik untuk datang ke Colo”. Imbuh wanita yang selama 16 tahun pernah menjadi protokoler di Pemkab Kudus beberapa tahun lalu.

TRENDING :  Bupati Kudus," Lakukan Tugas dan Tanggungjawab Sebaik baiknya "

Tidak hanya itu, pada Parade Sewu Kupat ini, Mutrikah mengapresiasi kepada Aji Saka, seorang seniman Lereng Muria yang menciptakan lagu Kidung Muria, yang telah ia ajarkan kepada siswa siswi MA Raden Umar Said. Mutrikah berharap, Kidung Muria ini menjadi lagu wajib saat ada event event berkaitan dengan wisata, seperti Parade Sewu Kupat misalnya.

“Terakhir, Penghargaan ini lantas bukan akhir dari kami untuk berinovasi, namun lebih memberikan semangat lagi dalam menciptakan ide -ide cemerlang, bagaimana Obyek Wisata Colo ini bisa berbenah dan dikenal luas ditingkat Nasional bahkan Internasional.” Harapnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :