74 Persen Perceraian Di Kudus Diminta Istri

74 Persen Perceraian Di Kudus Diminta Istri

Kudus, isknews.com – Jika diberikan pilihan tidak ada satu pun pasangan suami istri di dunia ini yang memilih berpisah atau bercerai. Namun apabila sudah tidak lagi sejalan atau timbul suatu permasalahan dalam rumah tangga, seringkali jalan perceraian dipilih untuk mengakhiri mahligai kasih sayang yang selama ini sudah dijalani bersama.

cymera_20161007_193057
Ilustrasi. (ISK/MUKHLISIN)

Kasus perceraian di Indonesia sendiri dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan. Kementerian Agama RI mencatat angka perceraian sejak tahun 2009 -2016 naik 16-20 persen. Bahkan pada tahun 2012 perceraian di Indonesia menembus 372,557 kasus, dengan kata lain setiap jam terjadi 40 perceraian.

Banyaknya kasus perceraian juga terjadi di Kudus yang dikenal sebagai kota santri. Data Pengadilan Agama (PA) setempat mencatat hingga bulan Agustus 2016 terjadi 720 kasus perceraian yang telah diputus. Angka tersebut meliputi cerai talak sebanyak 186 kasus dan cerai gugat 534 kasus. Sementara pada tahun 2015 tercatat cerai talak 315 kasus dan cerai gugat 720 kasus, sehingga total 1.035 kasus yang diputus pada tahun lalu.

BACA JUGA :  TNI Manunggal Bersama Rakyat " Karya Bhakti Siaga Bencana Alam Kodim Pati "

Melihat data dua tahun itu yang menjadi catatan adalah tingginya gugatan cerai dari kaum perempuan. Dari 720 kasus yang diputus, 534 di antarnya gugat cerai pihak istri atau mencapai 74 persen lebih. Sisanya cerai talak dari pihak laki-laki sekitar 16 persen sebanyak 186 kasus.

Hal itu juga hampir sama pada tahun lalu dimana cerai gugat dari pihak istri mencapai 720 kasus dari total 1.035 yang diputus atau 69,5 persen lebih. Sementara cerai talak laki-laki sebanyak 315 kasus atau 30,5 persen. Artinya terjadi kenaikan hampir lima persen gugatan cerai dari pihak istri dalam kurun waktu 2015-2016.

Prosentase perceraian yang telah diputus PA Kudus juga hampir sama dengan jumlah perkara yang diterima. Dimana pada tahun 2016 ada total 786 pasangan mengajukan cerai yang meliputi, cerai talak sebanyak 207 kasus dan cerai gugat 579 kasus. Hal itu sebanding dengan prosentase putusan dengan jumlah 73,6 persen gugatan pihak istri dan 15,4 persen talak dari suami.

BACA JUGA :  Bupati Batang : Semoga IMM Dapat Wujudkan Pemimpin Jateng Berkemajuan

Tak jauh beda dengan data 2015, pengajuan perkara sebanyak 1.184 kasus meliputi cerai talak 359 kasus dan cerai gugat 825 kasus. Artinya ada 69,6 persen gugatan dari istri dan 30,4 persen talak suami. Perkara yang diterima PA Kudus kemudian disidangkan dan diputus sehingga menjadi seperti data yang ada di atas. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post