769 Atlet Berlaga di Kejuaraan Karate Jepara Open Championship

oleh
Foto: Penyerahan piala kepada atlet karate dalam kejuaraan karate Jepara Open Championship 2018. (Zacky/ISKNEWS.COM)

Jepara, ISKNEWS.COM – Sebanyak 756 atlet karate mengikuti kejuaraan karate Jepara Open Championship 2018 di Gedung Wanita Jepara, yang diselenggarakan akhir pekan lalu. Mereka berasal dari 49 klub yang terdiri dari 41 klub se Jawa Tengah, empat klub dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan empat klub dari Jawa Timur.

Ketua panitia, Luluk Agus Yulianto mengatakan, kejuaraan karate Jepara Open Championship pada tahun ini, merupakan kedua kalinya diselenggarakan. Dalam ajang kali ini nantinya para pemenang akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan. Juara umum satu mendapat uang pembinaan Rp 5 juta, juara umum 2 Rp 3 juta, dan juara umum tiga Rp 2 juta.

TRENDING :  Putra Jaya dan Pop Makara Melaju ke Babak Delapan Besar

“Kami juga memberikan hadiah doorprize dengan hadiah utama sepeda motor,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), M Fatkhurrozi menyampaikan, karate merupakan seni beladiri untuk mempertahankan dan membela diri. Beladiri, disampaikannya bukanlah sekedar keterampilan berkelahi tapi merupakan seni berolahraga yang menggabungkan antara olah fisik dan olah jiwa.

“Dengan mempelajari beladiri, maka akan sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan potensi masing-masing diri, serta dapat melatih kepekaan sikap dan rasa mengenai diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

TRENDING :  Serapan Anggaran APBD 2017 Baru 11,8 Persen

Pihaknya menyebut, karate telah berkembang dengan pesat di berbagai daerah di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Jepara. Berbagai pusat-pusat pelatihan mulai banyak bermunculan, baik di sejumlah sekolah maupun sampai di pelosok desa.

Fatkhurrozi menambahkan, dalam mempelajari karate, mental dan kepribadian juga akan terlatih, sebagaimana tertuang dalam semangat sumpah karate berupa kesanggupan untuk memelihara kepribadian, patuh pada kejujuran, mempertinggi prestasi, menjaga sopan santun, serta sanggup menguasai diri.

“Muaranya adalah terciptanya pembangunan sumber daya manusia yang handal dalam menghadapi segala situasi pembangunan dan tantangan perubahan zaman,” imbuhnya.

TRENDING :  Sedekah Bumi Desa Tempur, Sediakan Kopi Gratis Bagi Wisatawan

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegaitan semacam ini. Dia mengungkapkan, kejuaraan ini dapat digunakan untuk mengasah ilmu dan ketrampilan.

“Bermain dan bertandinglah secara sportif. Kemampuan beladiri jangan sampai digunakan hanya untuk sekedar pamer dan unjuk kekuatan, atau bahkan untuk bermusuhan. Karate adalah jalan seorang ksatria, oleh karena itu harus digunakan untuk hal yang positif,” pungkasnya. (ZA/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :