Dinyatakan Bebas Virus Mers, 8 Jamaah Haji Asal Kudus Bernafas Lega

Dinyatakan Bebas Virus Mers, 8 Jamaah Haji Asal Kudus Bernafas Lega

Kudus, isknews.com – Setelah di uji coba laboratorium yang dilakukan oleh Pusat Penilitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kesehatan Pusat Jakarta. Delapan haji asal Kabupaten Kudus tiba pada Selasa (3/10) lalu yang diduga terkena virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan telah mendapatkan penanganan medis secara intens kurang lebih selama sepekan,  telah dinyatakan negatif dari virus tersebut, kemarin (10/10).

Hasil negatif tersebut dinyatakan kepada tujuh orang pasien. Untuk satu lainnya juga dinyatakan bukan MERS, melainkan lebih mendekati pneumia. Saat ini, enam pasien telah dipulangkan. Satu masih dalam perawatan ruang isolasi dan satu lainnya telah dipindahkan di ruang perawatan umum karena dinyatakan negatif.

TRENDING :  "Ngaji Pasaran", Tradisi Khas Pesantren Di Bulan Ramadhan

Uji laboratorium telah dilakukan diantaranya dengan cara mengambil sample darah dan dahak dari pasien. Penanganan yang diberikan kepada pasien dilakukan oleh tim medis dengan standar penanganan khusus MERS. Diantaranya adalah ditempatkan di ruang isolasi dan penggunaan alat pengaman diri (APD). Hal itu dikatakan Direktur Utama RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar.

TRENDING :  Pelaku Curanmor Di Undaan Diringkus Saat Hendak Jual Motor Curian

Ditambahkan, Sejak awal penanganan yang diberikan merupakan bentuk kekhawatiran kami terhadap virus tersebut, sehingga harus dilakukan penanganan dengan cara yang tepat.

Saat ini semua pasien telah dinyatakan negatif dan kondisinya semakin membaik, sehingga masyarakat tidak perlu merasa risau dan cemas. Diketahui, pasien yang sebelumnya diduga terkena virus MERS sebelumnya mempunyai gejala yang menyerupai, yakni batuk produktif, sesak nafas, dan panas demam lebih dari 38 derajat celcius yang tak kunjung mereda.

Pasien yang dirawat merupakan Jamaah haji yang telah berusia lanjut. Sebelum berangkat mereka diduga sudah mempunyai batuk, terlebih saat berada di tanah suci Mekkah yang kelembaban udaranya hanya 5-15 persen sehingga mempunyai dampak untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh mereka.

TRENDING :  Meriah, IGRA Kudus Sambut Hari Kartini Melalui Gebyar AKIRA Se Kabupaten Kudus

Ia berpesan kepada warga terlebih kepada yang akan berangkat haji di tahun-tahun mendatang agar lebih waspada. “Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kekebalan tubuh menurun diantaranya dengan memperbanyak minum terutama air zam-zam dan usahakan jangan banyak berkumur ketika sedang ramai,” himbaunya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post