ABU THOLUT , “ PEMBAKARAN MOBIL TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KELOMPOK RADIKAL “

oleh
Ustadz Abu Tholut ,( dok.Polres Kudus )

Kudus , ISKNEWS.COM – Ustadz Abu Tholut yang pernah menjadi salah satu tokoh penting di kelompok radikal dan bahkan pernah terlibat dalam beberapa aksi teror mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Semarang dan sekitarnya tak bisa dijadikan sebagai faktor yang berhubungan dengan faham yang sering disebut radikal.

“Saya melihat peristiwa itu tidak ada keterkaitan dengan kelompok radikal, karena tidak ada tanda-tanda yang jelas untuk bisa dijadikan sebagai faktor yang menghubungkan peristiwa yang terjadi dengan faham yang sering disebut sebagai faham radikal, kemungkinan ini pihak diluar itu semua”Terangnya ( 06-02-2019).

TRENDING :  Tinta Cetak E-KTP Habis, Disdukcapil Kudus Minta Maaf

Ditambahkanya,bahwa peristiwa yang terjadi tergolong sangat sederhana  yaitu hanya disiram dengan bahan bakar atau minyak tanah kemudian dibakar dengan korek api. Ini menunjukkan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan cara yang paling sederhana, selain itu peristiwa yang terjadi tidak menimbulkan korban baik itu diri pelaku atau orang lain, ini murni materiil.

TRENDING :  Wakapolda Jateng Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2018 di Kudus

“ Ini bukan karakter kelompok radikal, ini juga menunjukkan keawaman dari pelaku atau pelaku berpura-pura awam. Jika dikaitkan dengan ISIS atau gerakan radikal lainnya, kemungkinan tidak memiliki korelasi yang kuat untuk dikatakan seperti itu.” Kata ia.

Bahkan dirinya menegaskan bahwa jika peristiwa ini dilakukan oleh kelompok radikal maka biasanya akan diikuti pernyataan di media agar dapat dukungan moral atau simpati serta pembenaran atas aksi yang dilakukan pelaku atau kelompok yang sepaham dengan pelaku.

TRENDING :  Menjamurnya Parkir Liar, Dishub Kudus Terus Intensif Patroli

Marilah,Umat Islam bersatu dan ikut serta menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, karena peristiwa yang terjadi merupakan bentuk kedholiman, dalam Islam tidak boleh merusak barang atau properti orang lain tanpa alasan atau tujuan, apalagi yang menjadi korban adalah sesama orang Islam sendiri yang rajin beribadah.

“ Saya menghimbau agar kita semua berhati-hati dalam memberikan statement, karena kasus ini masih ditangani oleh pihak kepolisian, jangan sampai peristiwa ini terburu-buru dihubungkan dengan faham radikal tanpa bukti pendukung yang kuat dan mari bersatu menjaga negeri ini.” Pungkasnya.(Mr)

Sumber data dan foto : Polres Kudus

KOMENTAR SEDULUR ISK :