Ada Napas Naga di Dandhangan Kudus

by
ISKNEWS.COM
Foto: Dragon's Breath di Dadhangan Kudus, Rabu (16-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Saya tahu makanan ini dari sebuah even di Surabaya pada tahun 2017. Dari even tersebut, saya melihat antusias masyarakat terhadap makanan ini sangat tinggi. Kemudian saya mencoba membuatnya secara otodidak, hingga akhirnya saya berani membuka lapak Dragon’s Breath pada awal tahun ini,” jelas warga Surabaya tersebut.

TRENDING :  Hamil Besar, Puluhan Ibu di Nganguk dan Mlati Lor Ikuti Senam

Imbuhnya, “Saya kira, makanan ini telah masuk dan ada di Indonesia sudah cukup lama. Hanya saja waktu itu, penjualanya belum sebanyak ini. Setelah masuk ke pasar-pasar malam, barulah makanan ini booming dan viral. Mungkin karena harga yang ditawarkan terjangkau, yakni Rp. 20.000 per cup, sehingga semua orang bisa menikmati makanan ini.”

Kepada isknews.com, Arip menuturkan asap dari Dragon’s Breath ini hanya bertahan selama 15 menit saja. Setelah itu, makanan ini hanya menimbulkan efek rasa dingin saat dimakan. Untuk nitrogen cair yang digunakan, Arip menegaskan bahwa zat tersebut aman bagi kesehatan dan food grade.

TRENDING :  Masjid Wali di Desa Jepang Mejobo Direvitalisasi

Nina (17) pengunjung dandhangan yang isknews.com temui saat tengah membeli Dragon’s Breath, mengaku terdorong membeli makanan ini karena ingin merasakan bernapas seperti naga.

KOMENTAR SEDULUR ISK :