Ada Yang Beda Dengan Visualisasi Dhandhangan Tahun Ini, Begini Kata Bupati Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Visualisasi Dhandhangan yang biasanya digelar sehari menjelang pelaksanaan puasa disajikan dengan suguhan yang berbeda tahun ini. Visualisasi yang biasanya didahului dengan kirab, kali ini disuguhkan dengan aksi para pegiat seni dan budayawan dengan mengangkat tema masa lampau.

Salah satunya dengan menyajikan tarian kolosal yang menggambarkan masyarakat Kudus dalam membuat rokok kretek. Puluhan seniman memeragakan bagaiaman cara melinting rokok hingga selesai pemrosesan.

Terkait hal itu Bupati Kudus Musthofa mengatakan, perubahan konsep tahun ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat Kudus sejarah masa lampau. Khususnya bagi generasi muda yang menurutnya banyaj yang belum mengetahui sejarah Kudus, termasuk industri rokok yang menjadi penopang utama ekonomi di Kudus.

TRENDING :  Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Gelar Karya Koreografer Muda

Dengan mengambil tema “Kudus Banget” Musthofa mengajak masyarakat menghargai buah perjuangan para pendahulu, yang sangat besar jasanya membawa Kudus menjadi kota yang maju. Dikatakannya ide ini berasal dari pegiat seni dan budayawan Kudus.

TRENDING :  Guru SMA SMK Berpakaian Adat Tiap Tanggal 15

“Mereka memiliki ide bagaimana membuat Kudus banget dengan memadukan tradisi, budaya, pendidikan, industri, sampai moderen,” ujarnya.

Dia berharap seniman dan budayawan di Kudus ke depannya dapat berinovasi dengan menyesuaikan diri terhadap perubahan zaman. Regenerasi dari kaum muda juga diharapkan dilakukan untuk tetap menjaga tradisi di Kudus.

TRENDING :  Hasil Penertiban Parkir Dhandhangan, Segini Tarif Yang Disepakati

Sementara acara inti yakni pemukulan bedug sebagai penanda awal puasa dilakukan oleh Direktur Produksi PT Djarum Kudus Thomas Budi Santoso. Musthofa memberikan kesempatan kepada Thomas untuk mewakili masyarakat Kudus. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :