Ada Yang Istimewa Pada Gebyar Festival Budaya Bulusan 2018

oleh
Ada Yang Istimewa Pada Gebyar Festival Budaya Bulusan 2018
Foto: Panitia Gebyar Festival Budaya Bulusan 2018 mempersiapkan serangkaian acara. (Muhklsiin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Gebyar Festival Budaya Bulusan 2018 di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, akan digelar selama dua hari mulai Kamis (21/06/2018) hingga Jumat (22/06/2018). Serangkaian acara yang akan disajikan berbeda dengan tahun lalu.

Bahkan tahun ini akan lebih istimewa karena desa setempat akan mendapat surat keputusan (SK) rintisan desa wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudapar) Kabupaten Kudus. Penyerahan direncanakan diberikan secara langsung Kepala Disbudpar Kudus Yuli Kasiyanto saat puncak acara pada Jumat (22/06/2018) pagi bersamaan dengan kirab budaya.

Demikian disampaikan panitia Gebyar Festival Budaya Bulusan 2018 Diki saat ditemui, Rabu (20/06/2018). Dia mengungkapkan, tahun ini kegiatan tidak lagi dipegang oleh Pemerintah Desa Hadipolo, melainkan sudah diserahkan sepenuhnya kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) Mojo Bulus dan Forum Peduli Kemaslahatan Masyarakat (FKPM) Sumber Hadipolo.

TRENDING :  Deteksi Stunting, 38 Balita Ikuti Evaluasi Tumbuh Kembang

Kegiatan akan dibuka dengan lomba rebana yang diikuti 15 grup dari Kudus pada Kamis (21/06/2018) pagi hingga sore. “Peserta kita batasi 15 dulu mengingat ini baru pertama kalinya, mungkin tahun depan bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ada Yang Istimewa Pada Gebyar Festival Budaya Bulusan 2018
Foto: Bulus atau kura-kura yang ada di belakang punden Mbah Dudo di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Diki menambahkan, pada malamnya setelah isya akandilakukan selamatan bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Keesokan harinya, lanjut Diki, adalah puncak acara dengan dilakukan kirab budaya.

TRENDING :  Keren! Laundry Ini Gratiskan Pencucian Perlengkapan Masjid dan Musalla, Minat?

“Kirab dimulai dari SD 4 Hadipolo hingga finish di Punden Mbah Dudo,” tutunya. Selama pelaksanaan kirab konsepnya akan ada dua maskot yakni pangeran dan putri yang menaiki kereta kencana. Sedangkan peserta kirab akan membawa kupat dan lepet serta hasil bumi.

Selama kirab juga akan menampilkan lomba pentas seni dari masing-masing RT dan aksi teatrikal tentang sejarah Bulusan. Bartu setalah itu mencapai acara puncak yakni acara sakral pemberian makan kepada bulus atau kura-kura.

Camat Jekulo akan memberikan makanan untuk bulus kepada pangeran dan putri untuk diserahkan kepada juru kunci. Kemudian dilakukan doa bersama dan memberi makan bulus. “Setelah selesai semuanya akan dilakukan rebutan tumpeng hasil bumi,” tukasnya.

TRENDING :  Miniatur Kapal Berukuran Dua Meter Untuk Larung Sesaji Di Juwana

Ditambahkan, pada Jumat sore akan diadakan pagelaran wayang untuk menghibur warga. Disinggung terkait jumlah dana yang digelontorkan untuk acara ini, Diki menyebut mencapai Rp 60 juta.

Dana itu berasal dari sponsorship yang terkumpul bukan dari anggaran desa. Sementara untuk pengelolaan retribusi pedagang, pihaknya tidak menerapkan tarif karena pungutan tarif dilakukan langusng oleh warga yang di depan rumahnya ditempati pedagang.

“Besarannya berapa kami tidak mengetahui. Terserah dari warga masing-masing,” pungkas Diki. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :