ADD Telat, Hambat Pembangunan Desa

by

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Keterlambatan pencarian Alokasi Dana Desa (ADD) selama lebih dari tiga bulan di Kabupaten Blora, berakibat pada terlambatnya pembangunan dan pengembangan ekonomi di wilayah pedesaan. Pasalnya, desa masih bergantung pada anggaran pemerintah dalam melakukan pembangunan yang diharapkan bisa memicu perkembangan ekonomi.

Camat Kedungtuban, Dasiran, menyatakan jika keterlambatan pencairan ADD tersebut berefek cukup signifikan terhadap desa. “Banyak sektor di desa yang masih bergantung pada APBD,” jelasnya.

TRENDING :  Haryanto Tekankan Penggunaan Dana Desa Sesuai Skala Prioritas, Bukan Atas Kemauan Pribadi

Menurutnya, dengan adanya kegiatan pembangunan di desa tentunya akan banyak masyarakat yang terlibat. Sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat. “otomatis, ekonomi juga berkembang. Karena Bupati sendiri mengintruksikan dalam pembangunan di desa untuk menggunakan system padat karya, sehingga banyak masyarakat yang terlibat. Jika kondisinya seperti ini otomatis pembangunan terhambat,” jelasnya.

TRENDING :  FPMM Lakukan Audensi Klarifikasi Penggunaan Dana Desa Kepada Pemerintah Desa Margoyoso

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, sebenarnya keterlambatan dalam pencairan itu disebabkan oleh mereka sendiri yang tidak segera menyelesaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). “Selain itu, itu juga adanya aplikasi pengelola keuangan baru, yang cukup menyulitkan pihak desa. Sehingga kami mensiasati supaya desa tetap membuat pelaporan keuangan secara manual disamping penggunaan aplikasi tersebut,” jelasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*