Agar Sejahtera Desa Aplikasikan Posyandu, Sedekah Sampah Dan IT

oleh
Bupati Kudus HM Tamzil saat membuka Bursa Inovasi Desa Kudus 2018 di Aula eks Kawedanan Cendono Bae Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com –  Bursa Inovasi Desa 2018 dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas Desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas,agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan daya yang memiliki daya saing.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kudus HM Tamzil saat membuka Bursa Inovasi Desa (BID) 2018 di Aula Eks Kawedanan Cendono Bae Kudus, Kamis (08/11/2018). Bupati  mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut dan mendorong supaya pemerintah desa lebih dapat mengoptimalkan dana desa.

“Saya apresiasi kegiatan ini. Untuk para kepala desa, manfaatkan dana desa ini tidak hanya untuk membangun secara fisik saja tetapi kegiatan inovasi desa juga didukung,” ungkapnya. Bagi Tamzil, inovasi desa yang dihasilkan oleh masyarakat akan membantu perekonomian mereka.

TRENDING :  Malam Ini Pengurus Rt/Rw Desa Wates Resmi Dilantik

“Kabupaten Kudus telah melalui serangkaian kegiatan yang telah direncanakan,dan hari ini kita menyelenggaran kegiatan yang amat penting yaitu Bursa Inovasi Desa karena merupakan bursa pengetahuan inovasi Desa dalam pembangunan perdesaan,” ujarnya.

Disampaikannya, melalui program Bursa Inovasi Desa diharpakan mampu memicu munculnya inovasi dan saling berbagi informasi secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun kegunaan dana Desa.

“Kabupaten Kudus kita telah menetapkan tiga menu khusus dengan menekankan pada tiga menu wajib yaitu posyandu,interegitas,sedekah sampah dan kampung aiti. Saya harapakan inovasi Desa ini dapat menjadi pendorong pengembang Desa untuk kedepan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengakui bahwa masih ada kendala dalam memunculkan potensi desa utamanya mengenai sumber daya manusia, “SDM di desa harus kita bimbing, supaya kendala-kendala yang dialami dapat segera dicarikan solusi, kampus siap masuk ke desa,” imbuhnya.

TRENDING :  Kudus Akan Gelar Pilkades Dan Pilkades Antar Waktu Bagi 4 Desa

Meski begitu, Tamzil tetap optimis bahwa masyarakat desa mampu untuk berkreasi dan berinovasi lebih baik lagi, “Jangan takut berinovasi, kami dorong untuk para kepala desa terus mencari potensi desanya, digali, dirembug, dan diwujudkan secara nyata,” ucapnya.

“Jangan takut berinovasi selama tidak melanggar aturan undang-undang yang berlaku namun di sadari bahwa kapasitas desa dalam menyelenggarakan pembangunan dalam bentuk perspektif Desa membangun masih terbatas,”  tambah dia.

Untuk itu program inovasi Desa ini mari kita bekerja keras dan bekerja cerdas dengan menempatkan masyarakat Desa sebagai warga negara yang berarti.

Sebagai tambahan, Bupati Tamzil juga memiliki tiga menu pokok untuk dapat diaplikasikan di desa agar desa tersebut menjadi lebih  sejahtera dan maju, diantaranya posyandu, sedekah sampah dan kampung IT.

TRENDING :  Sedekah Bumi Desa Slungkep Arak Gunungan dan Nasi Tumpeng

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Adhy Sadhono berujar bahwa pemanfaatan dana desa harus lebih berkualitas, utamanya dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat desa, “Kalau bisa kegiatan inovasi desa masuk Musrenbangdes dan APBDes, sehingga dapat membantu ekonomi rakyat,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Edi Pranoto yang mewakili Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Edi Pranoto yang menggaris bawahi pentingnya dana desa dioptimalkan untuk membantu ekonomi rakyat, “Harusnya kebutuhan mendasar masyarakat juga dipenuhi, selain membangun infrastruktur, sehingga ekonomi rakyat juga tambah bagus,’ ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :