Agar Tetap Bertahan, Pemkab Jepara Mengaku Akan Perkuat Permodalan UMKM

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jepara semakin terpinggirkan pasca banyaknya perusahaan modal asing (PMA) yang berdiri di Jepara. Sentra-sentra industri tradisional seperti mebel ukir dan tenun troso yang sudah sejak dulu menjadi penopang kehidupan warga Jepara perlahan mulai kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja. Peran serta pemerintah daerah sangat diperlukan agar sektor UMKM bisa terus bertahan.

Menanggapi hal ini, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengaku jika Pemkab Jepara tidak menutup mata.  Penguatan terhadap sektor UMKM akan terus dilakukan. Yang kini dilakukannya diantaranya yakni penguatan modal kepada pelaku UMKM. “Penguatan modal ini dengan memberikan bunga rendah kepada pelaku UMKM di dunia perbankan,” ujarnya, Jumat (24/11/2017).

TRENDING :  Usai Libur Lebaran, Jajaran Pegawai Pemkab Jepara Gelar Halalbihalal

Selain penguatan modal, lanjutnya, pihaknya juga meminta kepada UMKM untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas produknya agar bisa bersaing dengan perusahaan. “Jika pelaku UMKM tetap bisa menjaga kualitas produknya, tentu tetap bisa bertahan karena diminati produknya. Sebagai contoh saja, warung atau rumah makan yang sudah kadung memiliki nama, dimana sajapun dia jualan tetap akan dicari. Begitu juga untuk UMKM, jika produknya bagus tentu order akan banyak yang masuk,” katanya.

TRENDING :  Bulan Dana PMI Jepara Ditarget 2,1 Milyar

Sementara terkait dengan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah ditetapkan oleh gubernur sebesar Rp.1.739.000, Marzuqi menyebut angka itu sudah cukup adil dan seimbang diantar keinginan pekerja dan pengusaha. “Angka itu bukan berarti kita tidak memperhatikan atau berpihak kepada buruh. Akan tetapi, kira harus memikirkan juga keberadaan pengusaha lokal yang sudah ada. Jika kita menuruti permintaan buruh sebesar Rp.2,4 juta maka akan mematikan pengusaha lokal,” jelasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :