Air Terjun Watu Gompeng Kuwukan Dawe Kini Semakin Cantik

Air Terjun Watu Gompeng Kuwukan Dawe Kini Semakin Cantik

Kudus, isknews.com – KemeriahDSCF6530an syawalan atau lebaran ketupat tak hanya di miliki oleh obyek-obyek wisata lama yang ada di Kabupaten Kudus ini, seperti Colo, Bulusan Sumber Hadipolo, Kesambi Mejobo, Rahtawu dan Selis Tanjungrejo Jekulo, namun juga sangat memberi makna pada obyek wisata yang boleh dibilang populer tahun tahun ini, sebut saja obyek wisata Air Terjun Watu Gompeng yang berada di Dukuh Sangeng RT 01 RW 02 Desa Kuwukan Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, Rabu (13/7).

Obyek wisata yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir para pecinta wisata alam karena air terjunnya yang sangat indah dan DSCF6532masih perawan ini, juga tak luput dari agenda kunjungan para penggemar wisata alam, “tak hanya datang dari Kudus, bahkan mereka datang dari berbagai kota di sekitar Kudus ini, tadi ada juga warga Tegal dan Solo yang katanya  sengaja hadir ke tempat ini bersama saudara-saudaranya,” jelas Arif Hidayatullah koordinator obyek wisata Watu Gompeng.

TRENDING :  Semangat Bangun Produk Wisata, Peningkatan Pelayanan & SDM Tetap Jadi Prioritas

Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Sadara Wisata Gompeng (KM Sawigo) Arif Hidayatullah, Kunjungan wisatawan untuk “Bakda Kupat” hari ini sungguh luar biasa padatnya, “Nyaris kDSCF6533ami kehabisan tempat parkir untuk mereka, namun saya sangat gembira karena dengan begitu upaya para pemuda di Desa ini untuk mempopulerkan obyek wisata Air Terjun Watu Gompeng, saya anggap berhasil, dari hari ke hari dari minggu ke minggu tingkat kunjungan ke obyek ini grafiknya terus menunjukkan tingkat kenaikan yang sangat berarti bagi kami, ” ujar Arif di lokasi.

Dalam perkiraan Arif, “Jumlah pengunjung siang tadi diperkiraan mencapai 1300 an orang peDSCN2742ngunjung, hal itu dilihat dari hasil tiket parkir kendaraan bermotor yang berjumlah 650 buah sepeda motor, belum termasuk beberapa rombongan keluarga yang menngunakan mobil, untuk biaya parkir/titipan kami sepakat menarik  Rp. 2000,- untuk sepeda motor dan Rp.5.000,- untuk mobil, lahan parkir kami memang menggunakan halaman rumah-rumah warga,” jelasnya.

TRENDING :  Camat Mejobo Buka Rangkaian Tradisi Rebo Wekasan Desa Jepang

Ditambahkannya, “Untuk tiket masuk kami masih menggunakan istilah sukarela, karena kami tidak mematok harga tiket, ya biasanya mereka memasukkan minimal Rp. 2.000 , ke kotak kas yang disediakan oleh paguyuban, namun kami tidak mematok harga tiket masuk, ya sukarela merekalah, sementara kami memberikan fasilitas,  parkir yang aman dan nyaman, warung makan dan aneka jajanan, jalan akses sudah kami bangun meski masih sederhana, namun artistik, jalan tersebut dapat dilalui dengan aman, dan mereka bisa bermain air sepuasnya, sementara untuk tempat bilas/ MCK masih numpang di rumah warga karena kami masih dalam perencanaan pembangunan,” ujar Arif.

TRENDING :  Peninggalan Keraton Kartasura Yang Masih Berdiri

Dari pengamatan media ini, perkemb13654308_1213711452007290_5063466157355792003_nangan yang menonjol  pada obyek wisata ini, selain batu perahu, untuk mereka yang hobi berselfie, yang telah ditemukan di lokasi air terjun sebelumnya, kini telah dibangun jalan tangga yang cukup unik dan artistik yang terbuat dari kayu glondongan sehingga memudahkan akses turun ke arah air terjun, tebing bebatuan yang berukuran besar disekeliling air terjun, sumber air belah batu, dan batu-batuan besar sepanjang area air terjun, serta memancing ikan-ikan kecil, “tebing batu yang semula tertutup rimbunan rerumputan liar tinggi -+ 30 m, suatu saat nanti akan kami kembangkan untuk olah raga panjat tebing tapi kami masih perlu konsultasikan kepada ahlinya agar aman dan nyaman” tandas arif, benar-benar indah dan artistik. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post