Ajang Budaya di Solo Imlek Festival (SIF)

Ajang Budaya di Solo Imlek Festival (SIF)

Solo, isknews.com – (04/02) Surakarta, kota kecil yang tak henti- hentinya menampilkan berbagai kreasi yang penuh inovasi. Solo Imlek Festival (SIF) adalah serangkaian acara imlek yang tidak hanya untuk orang berdarah tiongkok, namun siapapun dapat ikut melestarikan dan ikut meramaikan acara tersebut.

Acara pembukaan SIF di Benteng Vastenburg pukul 19.00 WIB (01/02), yang dibuka langsung oleh PJ Walikota Surakarta, asisten 1, Said Ramadan. Acara ini diramaikan dengan pagelaran wayang golek kontemporer yang mendatangkan langsung dalang dari Bandung, Adi Kunta dengan tema “Budaya Imlek Memperkokoh NKRI”. Wayang Golek ini menampikan Cepot yang identik khas dari Kota Bandung.

Uniknya, pada festival ini terdapat inovasi yang sangat kreatif, yaitu adanya sunghokong dan anoman yang bermain bersama saling berkolaborasi. Kedua kera ini yang dipilih karena mereka adalah sesama kera, yang sama- sama dikenal masyarakat sebagai pahlawan. “Dan dalam festival ini, kedua kera tersebut diharapkan menjadi dua sosok pahlawan yang bisa memotivasi masyarakat Solo.” ujar Sumartono Hardinoto, panitia SIF kepada isknews.com.

BACA JUGA :  Sukun Executive support acara peringatan sedekah laut dan bumi Pecangaan

Festival ini bertujuan agar masyarakat bisa menjalin komunikasi dengan baik, dan kita bisa melestarikan budaya. Budaya tionghoa bisa digabungkan dengan budaya Jawa ini pun bisa menjadi salah satu contoh akulturasi budaya, agar masyarakat semakin kreatif dan semakin mewarnai budaya di tanah air tercinta, tambahnya kepada isknews.com. Setelah SIF ini, masih banyak agenda- agenda di bulan Februari ini yang siap memeriahkan Kota Solo, sehingga bisa dibilang Kota Solo tak akan pernah tidur, dan selalu lebih berwarna. (Abe/Az)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post