Akademisi, Tingkatkanlah Inovasi Melalui Riset Implementatif

by
isknews

Semarang – Inovasi merupakan suatu keharusan yang tidak lagi dapat ditawar di tengah era persaingan global. Meski dalam Global Competitive Index inovasi di Indonesia turun satu peringkat, namun hal itu tidak melemahkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan teknologi sebagai bekal kompetisi dengan negara-negara di dunia.

“Dalam Global Competitive Index, inovasi kita menurun, tetapi nilainya tetap 4,0. Dari urutan 30 menjadi urutan 31 dunia dari 144 negara. Turun satu grade. Namun, kesiapan teknologi kita mengalami peningkatan cukup baik. Rata-rata dunia adalah 3,5. Indonesia sedang dipersiapkan menuju 4,6,” beber Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi H Mohamad Nasir PhD Ak saat mendampingi Wakil Presiden H M Jusuf Kalla pada acara Dies Natalis ke-59 Universitas Diponegoro, Sabtu (15/10).

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla berpesan agar setiap akademisi terus berinovasi, terutama melalui riset-riset yang implementatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Inovasi dalam sektor maritim sebagai kekuatan Indonesia harus lebih digali.

TRENDING :  Gubernur Ganjar Kunjungi Gereja Tinjau Perayaan Natal 2015

“Bagaimana membuat teknologi kapal yang baik atau penangkap ikan yang baik atau membangun budaya maritim. Bagaimana meriset biota laut. Bagaimana meriset nelayan yang melaut berhari-hari tapi hanya dapatkan beberapa ratus kilogram. Riset-riset ini harus implementatif. Artinya yang berguna bagi negara,” terang Wakil Presiden.

TRENDING :  Prestasi Guru Akan Berdampak Pada Anak Didiknya

KOMENTAR SEDULUR ISK :