Akan Dipakai Untuk PKG Penghuni Rumah Dinas di SDN 3 dan SDN 4 Mlatinorowito Diminta Pindah

oleh

Kudus, isknews.com – Pembangunan Pusat Kegiatan Guru di Kabupaten Kudus yang menggunakan lahan bekas bangunan SDN 3 dan SDN 4 Mlatinorowito, akan segera dilaksanakan. Terkait hal itu, para penghuni rumah dinas guru yang letaknya berada di dalam komplek SDN tersebut, diminta untuk pindah atau mengosongkan rumah yang mereka diami.

Sekretaris Dinas (Sekdin) pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Kasmudi, yang dihubungi isknews.com, Rabu (01/11), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, kepada para penghuni rumah dinas guru yang jumlahnya tiga kepala keluarga dan menempati tiga unit rumah dinas itu, diminta kesadarannnya untuk pindah, karena semua lahan di SDN 3 dan SDN 4 Mlatinorowito, akan digunakan untuk bangunan PKG. “Semua bangunan yang ada akan dibongkar total, termasuk rumah dinas guru.”

TRENDING :  Jadi Kendala Saat Dibangun Jembatan, Sulit Dicegah DAS Yang Dijadikan Hunian Penduduk

Kepada para penghuni itu, lanjutnya, sudah beberapa kali diberikan sosialisasi agar segera pindah. Pihak dinas juga sudah memberikan waktu kepada mereka, untuk mendapatkan tempat tinggal yang baru, atau mencari kontrakan rumah, sebelum pembangunan PKG itu dimulai yang rencanannya akan dilaksanakan pada awal Desember 2017. “Waktunya masih cukup panjang, untuk mencari rumah kontrakan bagi mereka.”

TRENDING :  SIMPANG TUJUH KUDUS MENCATAT SEJARAH

Sementara itu, salah satu dari penghuni rumah dinas tersebut, Catur Widiyatno, saat dihubungi isknews.com, mengatakan kalau sudah ada pemberitahuan pengosongan rumah dinas dari Disdikpora yang disampaikan oleh Sekdin Disdikpora Kabupaten Kudus, Kasmudi, pada sekitar satu bulan lalu. Namun pemberitahuan itu terkesan mendadak, karena tanpa didahului sosialisasi.

“Tentu saja kami merasa keberatan kalau diminta pindah, apalagi hanya diberi waktu satu bulan, untuk mengosongkan rumah,” kata Catur yang oleh dua rekannya sesama penghuni rumah dinas, Seno dan Ponco, ditunjuk sebagai juru bicara.

TRENDING :  Talud Sungai Dawe Di Desa Ngembal Rejo Yang Retak, Masih Dalam Masa Perawatan

Kalau mengikuti peraturan terkait pemakaian rumah dinas, lanjutnya, pihaknya tidak keberatan, karena sesuai perjanjian, jika memang negara akan menggunakannya sewaktu-waktu, penghuni rumah dinas harus siap pindah. Namun yang menjadi persoalan, pihaknya merasa belum pernah mendapatkan sosialisasi dari dinas, tiba-tiba saja disuruh pindah. “Mestinya, sosialisasi itu diberikan satu tahun, atau minimal enam bulan sebelumnya, sehingga kami punya waktu cukup lama, untuk mencari tempat tinggal baru.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :