Akibat Musim Kemarau Basah, Petani Palawija Menjerit

Akibat Musim Kemarau Basah, Petani Palawija Menjerit

Kudus, isknews.com – Musim tanam ke tiga sejumlah petani di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus terancam gagal panen palawija akibat musim kemarau yang disertai dengan hujan atau musim kemarau basah yang selama ini terjadi sejak awal memasuki musim tanam ke tiga hingga saat ini Selasa, (16/8).

Musim yang kemarau yang seharusnya tidak ada hujan itu mengakibatkan sejumlah tanaman palawija terancam gagal panen akibat musim kemarau basah yang tidak menutup kemungkinan juga mempengaruhi hasil tanaman palawija seperti kacang hijau, kedelai, maupun jagung. Juga mempengaruhi masa tumbuh tanaman tersebut yang tidak bisa tumbuh lebih tinggi melainkan tumbuh pendek.

Menurut salah satu petani Sukardi asal Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus saat di jumpai oleh isknews.com saat berada di persawahan mengatakan “musim kemarau yang seharusnya tidak hujan malahan hujan, sehingga dalam hal ini nantinya akan mempengaruhi hasil dan pertumbuhan tanaman yang selama ini di tanam di MT 3 seperti saat ini” ungkapnya.

BACA JUGA :  Raskin Program Nasional

Tak hanya dia yang mengalami semacam itu, dari beberapa teman petani yang lainnya juga mengalami hal yang serupa. Meskipun kondisi tanamannya begitu dan bagaimana hasilnya nanti Sukardi akan tetap memanen tanaman palawijanya meskipun dengan hasil yang tidak memuaskan atau tidak yang sebagaimana di harapkan.

“Jika sudah begini ya gimana lagi, mau tidak mau dan bagaimana nanti hasilnya juga akan tetap kita panen hasilnya” terangnya.

Dengan kejadian seperti ini diharapkan agar pada MT 3 palawija tahun depan agar lebih baik lagi, dan dalam hal ini tidak ada yang disalahkan sebab diakibatkan oleh faktor alam.(SM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post