Aksi Drumband Wali Murid KB MNU Miftahul Ulum Loram Kulon di Festival Ampyang Maulid

oleh
Para wali murid foto bersama guru KB MNU Miftahul Ulum (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Barisan Drum Band dari Wali Murid kelompok Bermain (KB) Muslimat NU Miftahul Ulum Loram Kulon Kecamatan Jati Kudus turut memeriahkan jalannya Festival Ampyang Maulid, Selasa (20/11/2018) siang.

Barisan Ibu-ibu yang beraksi tersebut berawal dari adanya peraturan yang tidak menganjurkan anak-anak usia dini membawa alat drum band, terlebih dalam perjalanan kirab yang memakan jarak yang panjang dan lama. “Terlebih terkait dengan pertumbuhan fisik untuk anak,” jelas Kepala sekolah KB MNU Miftahul Ulum, Khoirul Fatkah saat ditemui isknews.com disela-sela Ampyang Maulid.

Murid KB MNU Miftahul Ulum memberikan buket bunga dan coklat kepada Bupati Kudus (rahayu/ isknews.com)

Dikatakan Bu Irul, Ide tersebut juga sempat menjadi pertimbangan oleh pelatih drum band dengan alasan, “Alat untuk anak-anak kok dipakai orang tua?,” katanya.

TRENDING :  Pentingnya Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar

Namun Kepala sekolah KB MNU Miftahul Ulum tetap optimis, “Bahwa tim Ibu-ibu Wali Murid memang awalnya berusaha menampilkan performance-nya secara maksimal,” ujarnya.

Irul sapaan akrabnya, Kepala Sekolah yang saat itu bertindak sebagai maroyet pemimpin barisan merasa sangat puas dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh ibu-ibu wali murid. Barisan drum band wali murid yang berjumlah sekitar 19 orang itu juga terlihat kompak dengan kostum hijau kuningnya.

“Padahal kita latihannya hanya 1bulan 7 kali pertemuan, itu pun hanya satu jam saja, tapi Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, kita semua dapat kompak memainkan instrumen lagu dari Sabyan,” tandasnya.

Selain menampilkan drumband wali murid, KB MNU Miftahul Ulum juga ikut berpartisipasi dengan menampilkan anak didiknya. Murid yang terlibat dalam prosesi Kirab Ampyang kemarin rata-rata berusia 3-4 tahun, dan berjumlah sekitar 80 anak.

TRENDING :  UPT Pendidikan Jati Sudah Hentikan Penarikan Beaya Foto Copy LK SD

Bertema profesi dan baju adat, anak-anak mengenakan berbagai kostum, seperti polisi, tentara, baju adat Jawa, Bali dan sebagainya, yang menjadi terpenting adalah anak nyaman dengan kostum yang mereka pakai.

“Kami sengaja tidak mengikutsertakan semua anak didik, karena kirab kan waktunya agak lama, dan kalau terlalu banyak siswa kasihan ibu guru pembimbing yang lain, untuk mengatur anak kecil tidaklah mudah”, tambah Irul.

Tak hanya berpartisipasi dalam acara kirab, KB MNU Miftahul Ulum juga ikut dalam pentas seni Loram Expo yang digelar beberapa hati sebelum puncak kirab ampyang dilaksanakan.

TRENDING :  Soal Regruping SD 3 dan 4 Gribig, Ini Penjelasan Kepala UPT Pendidikan Gebog
Bupati Kudus duduk bersama para tokoh dan kepala Desa Loram Kulon ( Rahayu isknews.com)

Dalam acara memeriahkan pentas seni Loram Expo itu, KB MNU Miftahul Ulum mengeluarkan 9 pentas seni dan meraih juara 3 dengan menampilkan puitisasi, Tahfidzul Qur’an, gerak lagu islami dan lainnya. “Ini menjadi kebanggan dan prestasi tersendiri bagi KB MNU Miftahul Ulum, khususnya bagi Guru-guru, pasalnya jika dilihat dari rivalnya, mereka adalah peserta yang paling kecil usianya,” ujarnya.

“Harapan ke depannya semoga acara-acara kirab ampyang semakin sukses lagi semakin berinovasi dengan tema-tema yang menarik dari panitia, dan semoga KB MNU Miftahul Ulum dapat terus berpartisipasi dalam acara2 selanjutnya,” pungkasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :