Alasan Dibangunnya Pasar Panggungrejo

oleh

Surakarta, isknews.com – Pasar Panggungrejo, pasar yang sepi , jarang ad toko yang buka, dan kurangnya penataan di sekitar pasar membuat kondisi di area pasar menjadi kurang representative. Dengan diadakannya kegiatan Festival pasar oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS “SEMAR FESTIVAL” (SEmarak Membangun PasAR) di Pasar Panggungrejo pada Minggu, (22/11) diharapkan menjadi titik awal untuk pengelolaan pasar yang lebih tertata dan terorganisir dengan baik.

Selain acara pada hari Minggu, ada pra acara yaitu Diskusi Pasar. Diskusi Pasar dihadiri Perwakilan Dinas Pengelola Pasar Kota Surakarta Heri Mulyono selaku  Kabid Penagihan DPPKA dan Didik Anggono selaku Kasi Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Pengelola Pasar (DPP),  turut hadir juga Pihak Pengelola Pasar Karyadi, dan Ketua Paguyuban Pasar Panggungrejo Maryadi, serta pelaku Pasar (pedagang) Panggungrejo.

TRENDING :  Dinas Koperasi Gelar Bazar, Dalam Rangka Peringati Hari Koperasi ke 70

Diskusi ini membahas beberapa hal, salah satunya sejarah Pasar Panggungrejo. Kenapa dibangun pasar in?  Pembanunan pasar ini dulunya bertujuan untuk merelokasi PKL yang ada disepanjang Jalan Ki Hajar Dewantoro, PKL ini mengganggu pengguna jalan karena mereka berdagang di pinggir jalan tepatnya di belakang kampus UNS.

TRENDING :  Beberapa Bahan Pokok Di Kabupaten Kudus Alami Kenaikan Harga

Lalu pemerintah mengambil tindakan untuk menertibkan PKL ini dengan merelokasi PKL ke pasar agar lebih terorganisir dan tertib. Dan pasar resmi dibuka pada 29 Desember 2009 oleh Walikota Surakarta pada saat itu Joko Widodo beserta wakilnya Hadi Rudyatmo.

“Tujuan dari relokasi PKL dulunya agar lingkungan terutama di belakang kampus UNS ini lebih sehat, bersih, dan teratur. Mengembalikan fungsi dan pembanguna fasilitas umum, dan menyediakan tempat usaha bagi PKL, agar lebih bersinergi dengan lingkungan, dan PKL bisa lebih tertata dan tertib untuk berjualan, jika masih di pinggir jalan, hal itu jelas akan mengganggu pengguna jalan, dan jalan belakang kampus akan lebih semrawut karena adanya PKL tersebut, dan jelas itu mengganggu pemandangan” kata Didik Anggono selaku Kasi Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Pengelola Pasar (DPP), Kamis (19/11)

TRENDING :  81 Persen Koperasi di Jepara Masih Berjaya

 

Amalia Zulfana

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :