Alasan Keamanan, Warga Desa Ploso Swadaya Perbaiki Pagar Jembatan Rel

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Warga Desa Ploso secara swadaya telah memperbaiki pagar jembatan kereta api yang selama ini kurang layak karena dimakan usia.

Pembangunan pagar jembatan berwarna hijau tersebut dipasang secara gotong-royong oleh masyarakat belum lama ini. Pagar besi berwarna hijau selebar 20 meter itu saksi sejarah yang merupakan warisan peninggalan Belanda.

Pengerjaannya telah menelan biaya Rp 12,5 juta, yang merupakan hasil dari sumbangan warga. Diantaranya untuk dibelikan pagar besi dengan panjang 2 x 20 meter dengan tinggi sekitar 1 meter.

TRENDING :  Nikmat Buahnya, Mudah Budidayanya dan Manis Hasilnya

Menurut Kepala Desa Ploso, Bambang, alasan warga membangun pagar jembatan tersebut dikarenakan kondisinya ada yang patah dan lapuk. Kondisi tersebut menimbulkan rasa was-was bagi pengendara yang melintas diatas jembatan selebar 1 meter tersebut.

Diceritakan Bambang, “Setelah kereta api tidak aktif lagi di Kudus, sekitar tahun 1980-an, PT KAI pernah bermaksud untuk menghancurkan jembatan, akan tetapi, masyarakat meminta kepada Pemerintah Desa agar jembatan tersebut tetap dipertahankan. Mengingat masyarakat masih melewati untuk kegiaatan sehari-hari,” ujarnya.

TRENDING :  Ternyata, Celana Jeans Bekas Bisa Dijadikan Tas Keren

Untuk itulah warga secara sukarela menghimpun dana guna pembangunan pagar jembatan rel. Pihaknya selama ini tidak bisa memberikan bantuan untuk perbaikan jembatan itu, lantaran status kepemilikan Jembatan Rel adalah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Kami dorong kepada warga untuk sukarela memperbaiki jembatan,” ujarnya.

TRENDING :  Tahu Enggak, Ada Desa yang Berasal Dari Nama Daun di Kudus

Diakuinya, meski nampak masih kokoh berdiri, kata Bambang, 20 persen bagian bawah jembatan itu sudah mengalami keropos dan besi penyangga jembatan sudah berkarat. Pihaknya menghimbau kepada warga untuk melewatinya secara bergantian. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :