Jangan Remehkan Usaha Budidaya jangkrik

“Dengan sepeda motor, saya membawa ke lima karung jangkrik tersebut menyusuri setiap jalan di Kudus. Setelah berkeliling beberapa hari, tidak ada satupun toko atau agen pakan burung yang mau membeli jangkrik saya. Akhirnya jangkrik tersebut saya goreng dan berikan kepada teman-teman kicau mania,” ungkapnya.

Foto: Kantong jangkrik yang siap dikirim ke berbagai daerah, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Rabu (06-04-1018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Singkat cerita, dari pengalaman tersebut ia mengetahui bahwa usaha jangkrik kalung di Kudus sudah banyak dan daya jualnya tidak sebagus yang dipikirkannya. Dari situ, ia putuskan berpindah haluan ke budidaya jangkrik alam.

Harga jualnya yang tinggi dan sedikitnya pesaing membuat Nur optimis dengan usaha jangkrik alam. Dengan ketekunan dan kerja keras, ia berhasil meyakinkan agen dan para pecinta burung bahwa jangkrik yang dijualnya memiliki kualitas yang bagus.

“Jangkrik alam ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari jangkrik kalung. Sehingga jika digunakan sebagai pakan burung maka kicauannya akan lantang dan indah,” ucap Ayah satu anak tersebut.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
Budidaya jangkrik