Kisah Mbah Ronggo Sebagai Cikal Bakal dan Pendiri Desa Megawon

Kudus, ISKNEWS.COM – Megawon berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu mega dan won. “Mega” berarti sesuatu yang sangat agung, sesuatu yang memiliki nilai tinggi, dan sesuatu yang memiliki makna megah. Sedangkan kata “won” berfungsi untuk memperhalus bahasa.

Sehingga istilah Megawon dapat diartikan sebagai suatu daerah yang memiliki makna tinggi dan sangat megah serta agung, yaitu suatu perdikan yang memiliki makna tinggi, memberikan kemajuan dan pengharapan hidup, memberikan keberkahan, serta memberikan kesejukan kepada penduduk yang mendiaminya.

Menurut Kepala Desa Megawon, Nurasag, asal usul Desa Megawon, tidak terlepas dari nama seorang tokoh bernama Mbah Ronggo, yang diyakini sebagai cikal bakal pendiri perdikan Megawon. Mbah Ronggo inilah yang pertama kali memakai istilah Megawon. Mbah Ronggo pertama kali menginjakkan kakinya di Megawon, pada sekitar tahun 1543 Masehi.

Kantor Kepala Desa Megawon (Foto : istimewa/ ISKNEWS.COM).

Berdasarkan cerita leluhur masyarakat Desa Megawon, konon Mbah Ronggo adalah seorang santri yang juga prajurit Kesultanan Demak Bintoro. Saat Syech Ja’far Sodiq melakukan dakwah syiar Islam di Kudus, Mbah Ronggo ikut dalam rombongan para santri Sunan Kudus itu.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
Kisah Mbah RonggoPendiri Desa Megawon